Timnas U-17 Menjadi Juara di Hongkong

timnas U-17
image credit: kompas.com
Sempat diragukan karena persiapan yang minim, timnas U-17 Indonesia justru tampil mengejutkan dan tampil sebagai juara ajang HKFA International Youth Football Invitation Tournament 2012. Pada partai terakhir, Minggu (29/1/2012), timnas U-17 berhasil menekuk Singapura 3-1.

Kemenangan ini makin sempurna karena pasukan Indra Syafri tersebut mampu menyapu bersih tiga laga yang dijalani. Sebelumnya, Indra Kelana dkk berhasil menekuk Hongkong dengan skor 1-0 dan Makau dengan skor 4-1.

Tiga gol kemenangan pasukan "Garuda Muda" ke gawang Singapura dicetak oleh Sabeq Fahmi pada menit ke-55 dan ke-59, dan Evan Dimas Darmono dari titik putih pada menit ke-69. Sementara itu, gol hiburan Singapura dilesakkan M Hasyim Faiz pada menit ke-36.

"Sangat menggembirakan. Semoga saja ini awal dari kebangkitan sepak bola nasional. Hal ini pun semakin menegaskan bahwa program pembentukan skuad timnas secara berlapis sudah wajib dilakukan," ujar Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin, mengomentari sukses timnas U-17 meraih gelar di Hongkong.

Djohar pun berharap pemain muda yang masih berada di luar timnas bisa terpantau di masa depan. Ini karena menurutnya, timnas U-17 ini akan terus dibina.

"Paling tidak terjadi tambal sulam demi menyiapkan pemain timnas secara berjenjang," tutur Djohar.

Pelatih timnas U-17, Indra Syafri, mengaku cukup puas atas hasil yang dicapai anak asuhnya. Meski waktu persiapan cukup mepet, mereka bisa memberikan kebanggaan dengan membawa pulang gelar juara.

Syafri lantas menyatakan, keputusannya untuk mengistirahatkan lima pemain inti dalam laga terakhir hampir membuat Indonesia gagal juara. Indonesia sempat tertinggal 0-1 lebih dulu hingga jeda. Beruntung mental pasukannya tidak jatuh dan tetap tampil fight untuk mengharumkan nama bangsa.

"Keputusan yang nyaris membuyarkan kami juara, memang," ujarnya.

(source: Kompas.com)

Read More »
06.53 | 0 komentar

Persija Jakarta Akui Kesulitan Hadapi Persib Bandung

Persija Jakarta Akui Kesulitan Hadapi Persib Bandung
Kubu Persija Jakarta mengaku tak tertekan dengan aksi para Bobotoh saat bertandang ke Persib Bandung. Kekalahan yang diderita, disebut pihak Macan Kemayoran karena rapatnya pertahanan lawan dan hilanganya dua pemain pilar.

"Kami sedikit punya problem dimana hari ini tidak bisa menurunkan Ramdani Lestaluhu. Leo Saputra juga tidak bisa diturunkan karena hukuman akumulasi kartu kuning," ujar pelatih Persija Iwan Setiawan dalam konferensi pers usai laga.

Hilangnya Leo disebut Iwan banyak mempengaruhi pola permainan dan serangan Persija. Apalagi pertahanan Persib juga diakui Iwan tampil sangat baik di sepanjang pertandingan.

"Dia (Leo-red) cukup aktif dalam membantu serangan karena sering overlaping dari sisi kiri. Jadi saya kira persoalan itu sedikit memengaruhi daya serang tim kita. Menurut saya, jujur Persib punya pertahanan solid. Ada beberapa peluang, bahkan di babak pertama peluang kita lebih banyak. Mungkin sedikit keberuntungan tidak berpihak pada kita," tandas Iwan.

Terkait keputusan penalti yang diberikan wasit buat Persib, Iwan menyebut tak ada yang kontroversial dalam insiden tersebut. Handball yang dilakukan pemain Persija memang benar terjadi.

"Menurut saya penalti itu fair karena saya juga melihat pemain saya handball."

"Saya kira enggak masalah, (tekanan bobotoh ) masih dalam batas kewajaran. Buat saya pribadi, dukungan (bobotoh buat Persib) yang seperti itu makin menyemangatkan kita. Bobotoh juga cukup bagus," Iwan menambahkan.

(source: detiksport.com)

Read More »
05.31 | 0 komentar

Persib Vs Persija Bakal Sengit

Persib Vs Persija Bakal Sengit
Duel keras akan tersaji dalam laga lanjutan Super Liga Indonesia (ISL) yang berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu (29/1/2012) sore ini. Persib Bandung akan menjamu musuh bebuyutannya, Persija Jakarta. Permainan keras namun aktraktif akan ditampilkan kedua tim dalam laga ini. Siapa yang lengah bisa menjadi korban lawannya.

Mantan Pelatih Persib, Risnandar, menilai laga ini akan berlansung sengit. Ia lantas menyarankan mantan timnya tersebut untuk memperkuat lini tengah mereka. Menurutnya, posisi ini akan jadi penentu siapa yang bisa keluar sebagai yang terbaik.

"Duel Persib lawan Persija akan berlangsung ketat. Siapa yang menguasai lini tengah bakal memenangkan pertandingan ini," kata Risnandar dalam situs resmi Persib.

"Jika Moses yang kemungkinan dipasang sebagai striker tunggal dijaga ketat, gelandang serang seperti Atep, M Ilham, dan Mijlan Radovic diharapkan lebih berperan untuk membobol gawang lawan," lanjutnya.

Pria yang sempat menjadi penggawa timnas Indonesia ini juga mengingatkan para pemain Persib untuk tidak cepat frustrasi menghadapi permainan bertahan yang kemungkinan disajikan Persija.

"Para pemain mesti pintar melakukan variasi penyerangan. Untuk membuka pertahanan lawan selain menyerang dari tengah, Persib juga harus mencoba bermain melebar memanfaatkan kedua sayap," ujar Risnandar.

(source: Kompas.com)

Read More »
10.07 | 0 komentar

Pelita Jaya Menang Telak atas PSPS

Pelita Jaya Menang Telak atas PSPS
Pelita Jaya berpesta di kandang. The Young Guns sukses menang telak 4-1 atas PSPS Pekanbaru di Stadion Singaperbangsa Karawang, Sabtu (28/1) malam WIB. Tridente Pelita Jaya, Safee Sali, Aleksander Bajevski, dan Greg Nwokolo menjadi pahlawan kemenangan skuad Rahmad Darmawan itu malam ini.

Pelita Jaya sudah berhasil meraih keunggulan pada menit ke-23 melalui gol yang diciptakan Kapten tim Safee Sali. Sebuah akselerasi individu dilakukan striker asal Malaysia itu di sisi kiri lapangan sebelum melepaskan sebuah tembakan keras dari sudut sempit yang sukses mengoyak jala gawang PSPS. Keunggulan 1-0 itu pun bertahan hingga turun minum.

Saat babak kedua baru berjalan dua menit, Pelita Jaya menggandakan keunggulan. Kali ini giliran Aleksander Bajevski yang menjebol gawang PSPS memanfaatkan salah komunikasi yang terjadi antara bek PSPS, Park Chul Hyung, dengan kiper PSPS, Fauzal Mubaraq.

Wasit memberikan hadiah penalti kepada tim tuan rumah pada menit ke-70 setelah pemain bertahan PSPS tertangkap mata melakukan handball di dalam kotak terlarang. Greg Nwokolo yang melakukan eksekusi sukses menjalankan tugasnya dengan sangat baik.

Unggul tiga gol tidak membuat para pemain The Young Guns berpuas diri. Berawal dari tembakan Greg Nwokolo yang membentur badan pemain belakang PSPS, bola yang kembali kepada Greg diberikan kepada Bajevski yang tak terkawal di depan gawang. Tembakan keras Bajevski dari jarak dekat tak mampu dihalau dan membuat Pelita unggul 4-0.

Tertinggal empat gol tentu beban yang sangat berat bagi PSPS Pekanbaru yang pada laga kali ini memperlihatkan semangat luar biasa dengan berulang kali mengancam gawang I Made Kadek Wardana. Namun, kerja keras para pemain Asykar Bertuah itu akhirnya terbayar pada masa injury time melalui sebuah gol balasan yang diciptakan Herman Dzumafo melalui tembakan first time dari jarak dekat.

Kemenangan telak di Singaperbangsa ini membuat Pelita Jaya sukses naik ke posisi keenam klasemen Indonesia Super League (ISL) dengan 14 poin dari 10 pertandingan. The Young Guns unggul jumlah produktivitas gol dari Persela yang memiliki poin sama tepat di bawah mereka.

Hasil pertandingan Liga Super lainnya PSAP Sigli berhasil mencuri poin dengan menahan imbang tuan rumah Arema Indonesia ISL, dengan skor 0-0, di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (28/1). Namun, PSAP tetap berada di posisi ke-17, persis di bawah Arema Indonesia.

(source : bolanews.com)

Read More »
05.21 | 0 komentar

Daftar 30 Calon Pemain Timnas Lawan Bahrain

Daftar 30 Calon Pemain Timnas Lawan Bahrain
Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) saat ini telah mengantongi 30 nama pemain yang akan diseleksi untuk menjalani laga terakhir Pra-Piala Dunia (PPD) Zona Asia Grup E melawan Bahrain. 30 pemain tersebut nantinya akan terlebih dahulu mengikuti training camp di Cibubur pada Minggu (29/1/2012).

Proses seleksi 30 nama yang seluruhnya berasal dari klub Indonesian Premier League (IPL) itu, akan dikerucutkan menjadi delapan untuk melengkapi 10 nama pemain yang sudah dipegang oleh pelatih Aji Santoso. 10 pemain itu diantaranya Kurnia Mega, Gunawan Dwi Chayo, Hendro Siswanto (Arema), Ferdinand Sinaga, Samsidar (Semen Padang), Wahyu Wijiastanto (Persiba Bantul), Syamsul Arif (Persibo), Diego Michiels (Persija 1928), Irfan Bachdim (Persema), dan Andik Vermansyah (Persebaya).

Daftar 30 Calon Pemain Timnas Lawan Bahrain
Pelatih Aji Santoso mengatakan, usai mengikuti training camp di pertama di Cibubur, pemain-pemain tersebut akan mengikuti TC kedua yang akan dilaksanakan di Batu Malang, Minggu (19/2/2012). Di TC kedua itu kemudian baru akan diseleksi delapan pemain yang nantinya juga akan dipersiapkan untuk mengikuti Sea Games 2013 di Myanmar.

"Setelah mengikuti TC kedua, pekan depannya pada 26 Februari kita akan berangkat ke Bahrain untuk menjalani pertandingan 29 Februari nanti," kata Aji.

Berikut daftar 30 pemain yang akan diseleksi :

1. Andi Muhammad (PSM Makasar)
2. An Aswar (PSM Makasar)
3. M. Jupri (PSM Makasar)
4. Aditiya Saputra Dewa (PSM Makasar)
5. Ismail Haris (PSM Makasar)
6. Zakir Sulaiman (Persiraja)
7. Bi Zahil Zalwa (Persibo)
8. Sigit Miko Susanto (Persibo)
9. Iqbal Ades (Persikabo)
10. M Fahri ( Persitara)
11. Iman Air (Persijab Jepara)
12. Fendi Yulianto Sugianto (Persijab Jepara)
13. Abdul Latif Husin (Persijab Jepara)
14. Gipsi Taalit ( Persijab Jepara)
15. Ahmad Buhari (Persijab Jepara)
16. Safry Amri (Persijab Jepara)
17. Farid Agus Dinata (Arema)
18. Sunarto (Arema)
19. Ahamd Fariz (Arema)
20. Ahmad Rizal (Persija)
21. Hendra Adi Bayan (Persija)
22. Saraki (Persija)
23. Zico Aifa (Semen Padang)
24. Doni Andhika Putra (Semen Padang)
25. Putra Syabilunl Rozak (Semen Padang)
26. Ricky Akbar Ohorela (Semen Padang)
27. Ricard Gibert (Semen Padang)
28. M. Alfin Adri (Persebaya)
29. Abdulrahman (Madiun Putra)
30. Ziryawan (Persema)

(source: Kompas.com)

Read More »
06.48 | 0 komentar

PSSI Tak Akan Mengundang KPSI ke Kongres Tahunan

PSSI Tak Akan Mengundang KPSI ke Kongres Tahunan
Deputi Sekjen Bidang Kompetisi PSSI, Saleh Mukadar, menegaskan bahwa PSSI tak akan mengundang Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) ke Kongres Tahunan yang akan diadakan 18 Maret mendatang. Menurutnya karena KPSI tak diakui dalam statuta.

"Kita tidak mengenal KPSI. Mereka lembaga di luar kami," terang Saleh saat jumpa pers di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Kamis (26/1).

PSSI, kata Saleh hanya akan mengundang anggota resmi yang ada di dalam catatan induk organisasi sepak bola Indonesia itu. "Kalau anggota kita, ya, kita terima. Siapa Saja? 33 Pengurus Provinsi PSSI, lima asosiasi, dan sejumlah klub yang memiliki hak suara," sambungnya.

Kelima asosiasi yang disebutkan Saleh, yakni asosiasi sepak bola wanita, asosiasi futsal, asosiasi pemain, wasit, dan pelatih. Sementara itu, klub yang akan diundang untuk mengikuti Kongres Tahunan belum menemui kejelasan, terutama soal berapa banyak klub di liga kasta teratas yang akan diundang.

Sebelumnya KPSI sendiri menyatakan sesuai pasal 23 ayat 1 Statuta PSSI, PSSI harus mengundang 18 klub. Namun, hal itu dimentahkan oleh Saleh Mukadar. "Itu kan dulu. Yang lalu memang kompetisi tertinggi full diikuti 18 klub. Tapi, saat ini kompetisi hanya full diikuti 12 tim saja. Karena itu, 12 klub itu akan kami undang," jelas Saleh.

Selain ke-12 klub itu, sambung Saleh, PSSI akan mengundang klub-klub yang bermain di Divisi Utama versi PSSI dan peserta liga amatir.

(source: bolanews.com)

Read More »
06.42 | 0 komentar

Langkah KPSI Tak Lebih Dari Pepesan Kosong

Langkah KPSI Tak Lebih Dari Pepesan Kosong
Manuver-manuver yang dilakukan oleh Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia tak lebih dari sekedar pepesan kosong. Penilaian ini dilontarkan oleh Direktur LSM Sepakbola Menuju Prestasi Tertinggi (SEMPRIT), Ari Wibowo.

"Berbagai manuver KPSI hanya semarak di beberapa media pendukungnya saja dan dijadikan alat propaganda. Tapi sejatinya secara substansi KPSI itu masuk kategori mandul," ungkap Ari Wibowo pada Bola.net.

Menurut Ari, hampir semua produk keputusan KPSI yang strategik selalu gagal dieksekusi. Hanya berlaku sebagai klaim sepihak di internal pendukungnya saja. "Mereka kuat dalam propaganda, tetapi secara substansi tidak ada apa-apa dan memang tak bisa apa-apa. Mirip sebuah pertandingan sepak bola yang sejatinya sunyi di stadion, tapi saat live di-dubbing berbagai bunyi-bunyian selama 2x45 menit supaya terkesan meriah dan banyak penonton," ketusnya.

Mantan General Manager PSIS Semarang ini mencontohkan, saat di RASN (Rapat Akbar Sepakbola Nasional) tanggal 18 Desember 2011 yang lalu ada keputusan KPSI yang membekukan kepengurusan PSSI, nyatanya KPSI gagal mengeksekusi keputusannya sendiri. PSSI tetap eksis menjalankan program kerjanya, misalnya pembentukan timnas U17 dan U21, juga masih lancar menggelar kompetisi resmi yang bernama Indonesian Premier League (IPL).

Lebih lanjut, Ari memprediksi bahwa ada dua langkah yang bakal ditempuh oleh para pendukung KPSI. Pertama, mereka akan membuat chaos supaya Indonesia terkena sanksi. Atau mereka akan kembali ke pangkuan PSSI dan meninggalkan para elite yang telah menjerumuskan mereka.

"Namun, kami meramalkan bahwa mereka akan memilih opsi pertama yaitu membuat kondisi menjadi chaos. Pasalnya, manuver KPSI ini bukan lagi murni dinamika sebuah federasi sepakbola, tapi sudah ditunggangi kepentingan politik praktis meski tidak diakui oleh pihak yang bersangkutan," tandasnya.

(source: bola.net)

Read More »
06.04 | 0 komentar

Persipura Kandaskan Persiram

Persipura Kandaskan Persiram
Persipura Jayapura berhasil mengalahkan tamunya Persiram Raja Ampat dengan skor 3-1 dalam laga derby Papua Stadion Mandala Jayapura, Selasa petang.

Jalannya pertandingan yang dipimpin wasit Maubary Ichsan berasal dari Jakarta dan disaksikan ribuan pendukung kedua tim, berlangsung saling serang dengan tempo tinggi.

Persipura memang terlihat menguasai jalannya permainan, sementara tim tamu lebih memilih bertahan dan kemudian melakukan serangan balik.

Dengan trio pemain depannya, Boaz solossa, Beto Goncalves, dan Titus Bonay yang kembali tampil, Persipura berusaha mengejar gol cepat guna mengamankan poin penuh.

Namun, pada menit ke-5, Persipura justru dibuat kaget dengan serangan balik cepat dari Okto Maniani yang berhasil melewati Ricardo Salampessy. Tetapi, beruntung bola umpannya tak mampu dikonversi jadi gol oleh rekannya.

Saling jual beli serangan terus ditampilkan kedua tim setelah itu. Beberapa peluang gol berhasil dibuat kedua tim Papua itu, hanya saja penyelesaian akhir yang belum optimal membuat belum tercipta gol.

Untuk menambah daya gedor timnya, pelatih Persiram Bambang Nurdiansyah memasukkan saudara Boaz Solossa, yakni Nehemia Solossa menggantikan Jhon pada menit ke-40.

Permainan cepat dan keras ala tim Papua terus diperagakan, akhirnya berawal dari tekel kerasnya pada Titus Bonay, membuat wasit mengeluarkan kartu merah untuk pemain Persiram, Steven Hendambo pada menit ke-44.

Baru satu menit pemain tersebut dikeluarkan, Boaz Solossa akhirnya membuat gol keunggulan sementara timnya, berkat umpan akurat Tinus Pae. Skor unggul untuk Persipura itu bertahan hingga wasit meniup peluit tanda babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, pergantian pemain langsung dilakukan pelatih kedua tim. Persipura menarik ke luar sang kapten Boaz Solossa dan memasukkan Imanuel Padwa, sementara Persiram menarik keluar Frans dan menggantikannya dengan Didi Patoy.

Saling serang terus diperagakan kedua tim, Persipura yang ingin meraih poin penuh terus menekan pertahanan Persiram. Berkali-kali peluang gol Beto Goncalves, Tinus Pae, dan Ian Kabes belum membuahkan hasil.

Sebaliknya, tim berjuluk "Dewa Laut" seakan tak mau kalah dan terus bermain terbuka.

Pendukung Persipura justru dibuat tersentak menit ke-59, saat eksekusi penalti Oktovianus Maniani berhasil memperdayai kiper Yoo Jae Hoon dan berhasil menyamakan kedudukan.

Penalti untuk Persiram diberikan wasit karena menganggap pemain belakang Persipura, Bio Paulin Pierre melanggar Okto Maniani.

Beberapa menit usai gol tercipta, Jaksen Tiago kembali melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Lukas Mandowen dan menarik Titus Bonay, guna menambah variasi serangan timnya.

Tak ingin malu di depan pendukungnya dan mengejar target poin penuh, Persipura semakin spartan menekan.

Gol untuk Persipura akhirnya tercipta pada menit ke-71, melalui sundulan penyerang berasal dari Brazil, Alberto Beto Goncalves, menyambut umpan tendangan bebas Gerald Pangkali.

Sesudah unggul itu tak membuat pemain Mutiara Hitam mengendorkan serangannya, sementara Persiram yang terus tertekan seakan hanya mengimbangi permainan tuan rumah.

Pendukung Persipura kembali bersorak pada menit ke-88, saat umpan matang Beto Gonzalves berhasil dimaksimalkan menjadi gol oleh Ian Louis Kabes, yang sekaligus menjadi gol penutup laga derby Papua itu.

Pelatih Persiram Raja Ampat Bambang Nurdiansyah usai laga itu mengakui timnya kalah kelas dari Persipura.

Meski demikian ia menyatakan bangga dengan penampilan anak asuhnya.

"Persipura tim hebat, mereka pantas menang. Tapi anak-anak hari ini menunjukkan grafik permainan yang semakin meningkat," ujarnya.

Pelatih Persipura Jaksen Tiago mengaku cukup puas dengan hasil yang diraih timnya.

"Target terpenuhi, hanya saja pola permainan masih perlu banyak evaluasi," katanya.

(source: Bola.net)

Read More »
05.58 | 0 komentar

Lawan Persija, Persib Tidak Akan Diperkuat Aliyudin

Lawan Persija, Persib Tidak Akan Diperkuat Aliyudin
Usai dipecundangi duo tim asal Kalimantan: Mitra Kukar dan Persisam, Persib Bandung melanjutkan kiprahnya di ISL (Indonesia Super League) musim 2011/12 dengan hasil bagus. Saat menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kab. Bandung, Selasa (24/1), Maung Bandung menang dengan skor 2-1.

Sayang, kemenangan itu harus memakan korban. Dua pemain, yakni M. Nasuha dan Aliyudin ditimpa cedera di laga yang memang berlangsung keras itu.

Nasuha menjadi orang pertama yang merasakan bagaimana kerasnya laga. Saat berebut bola, dirinya terjatuh. Nasuha mengakui saat terjatuh tumpuan kakinya kurang kuat sehingga lutut kaki kirinya sedikit terganggu.

Untungnya cedera itu, diyakini Nasuha tak terlalu parah. "Setelah diterapi oleh dokter, kondisi lutut saya sudah agak membaik. Mudah-mudahan bisa segera pulih, agar bisa main melawan Persija," ujar Nasuha seperti yang dikutip dari situs resmi Persib, persib.co.id.

Meski demikian, Persib tetap belum bisa bernapas lega. Ya, pasalnya pemain kunci lainnya, Aliyudin mendapat cedera yang cukup parah di bagian paha kaki kirinya. "Belum tahu seperti apa cederanya. Untuk kepastiannya kami akan segera memeriksakannya di rumah sakit," terang Aliyudin.

Mengenai keparahan cedera Aliyudin, dokter tim mengkonfirmasi. "Cedera 'hamstring' seperti yang dialami Aliyudin biasanya membutuhkan waktu pemulihan lebih panjang," tutur Rafi Ghani.

Karena itu, Aliyudin kemungkinan besar tidak bisa memperkuat timnya saat menjamu mantan timnya sekaligus musuh bebuyutan Persib, Persija, 29 Januari mendatang.

(Source: Bolanews.com)

Read More »
05.50 | 0 komentar

Arema Raih Kemenangan Perdana

Arema Raih Kemenangan Perdana
Arema Indonesia memetik kemenangan di Indonesia Super League (ISL) musim 2011/12. Saat menjamu PSMS Medan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu (22/1), Singo Edan menang dengan skor tipis 2-1.

Kemenangan itu diperoleh dengan susah payah karena PSMS lebih dulu menguasai jalannya pertandingan. Dengan semangat tinggi, tim berjuluk Ayam Kinantan itu langsung menggebrak lini pertahanan Arema tanpa ampun. Hasilnya pun bisa dilihat ketika laga baru berusia lima menit. Meski sempat ditepis, tapi bola hasil sepakan keras Osas Saha lewat sebuah tendangan bebas gagal dibendung Yuwiwanto Benny. PSMS unggul 1-0.

Tak sampai di situ. PSMS terus melakukan tusukan ke lini terdalam Arema. Semangat yang kian meninggi usai mencuri keunggulan lebih dulu itu pun membuat mereka kembali dihampiri beberapa peluang. Salah satunya didapatkan Choi Dong Soo. Sayang, peluang itu tak dapat dimaksimalkan oleh gelandang asal Korea Selatan itu.

Terus ditekan, Arema terlihat tak puas. Seiring waktu berjalan Arema pun coba bangkit. Mereka berupaya untuk keluar dari tekanan dengan coba melakukan serangan balik. Dua peluang akhirnya bisa diciptakan. Namun, sayang dua upaya lewat sang striker, Marcio Souza tak bisa menghasilkan apa-apa setelah bola hasil sepakannya tak menemui sasaran.

Meski begitu Arema tetap tak berhenti. Mereka terus melakukan serangan untuk mengejar ketertinggalan. Upaya itu pun membuka secercah harapan ketika wasit menunjuk titik putih pada menit ke-36. Marcio Souza yang menjadi eksekutor tendangan penalti sukses menjalankan tugasnya setelah sebelumnya gol dari titik putihnya dianulir dan harus diulang lantaran pemain sudah masuk kotak penalti sebelum bola ditendang.

Gol itu tampak membuat semangat para punggawa Arema kian meninggi. Namun, di sisi lain juga melecut semangat para punggawa PSMS untuk kembali mengungguli sang tamu. Tapi sayang, upaya yang dilakukan kedua tim tak membuahkan hasil. Skor imbang 1-1 tetap bertahan dan menutup babak pertama.

Di babak kedua, kedua tim tetap menampilkan permainan ngototnya. Tapi, PSMS bisa lebih dulu mengejutkan Singo Edan lewat aksi Osas Saha pada menit ke-51. Sayang upaya Osas, yang sebelumnya beradu kencang dengan bek PSMS gagal menemui hasil. Bola hasil sepakan melayang jauh di atas mistar gawang Arema.

Upaya yang dilakukan anak-anak Medan itu sendiri coba dibalas Arema. Hasilnya, satu gol bisa diciptakan Singo Edan pada menit ke-58 lewat sebuah umpan yang dilepaskan oleh Rodrigo Santoni. Tapi, bukan Rodrigo atau pemain Arema yang mencetak gol. Adalah bek PSMS, Rahmad yang justru merobek gawang sendiri setelah koordinasinya dengan Markus Haris tak berjalan. Skor berubah 2-1 untuk Arema.

Usai gol bunuh diri itu, Arema kembali mendapat keuntungan tepatnya pada menit ke-71. Ya, wasit mengartumerah Novi Hendrawan lantaran aksinya yang dengan sengaja menendang kaki dari Marcio Souza. Pengartumerahan itu sendiri sempat menuai protes dari kubu PSMS dan membuat laga dihentikan.

Untungnya, penghentian laga tak berlangsung lama. PSMS-Arema kembali turun ke lapangan dengan berbagai upaya yang terus dilakukan. Sayang, dari berbagai upaya tak ada satu pun yang berakhir manis. Skor 2-1 bertahan dan menutup laga untuk kemenangan Arema.

Susunan Pemain:

Arema: 43-Yuwiwanto Benny (GK), 32-Steve Lewis Hesketh, 3-Same Pierre Patrick (C), 6-Johan Ibo, 20-Kery Yudiono, 9-Arif Arianto (Anggo Julian 59'), 19-Feri Aman Saragih (Waskito 82'), 16-Kim Yong Hee, 25-Kusnul Yuli, 10-Marcio Souza, 15-Rodrigo Santoni (Dicky Firasat 82')

Cadangan: 28-Rudi Ardiansyah, 4-Charis Yulianto, 22-Waskito Sujarwoko, 29-Nurul Mauludi, 27-Anggo Julian, 18-Dicky Firasat, 45-Agung Suprayogi

PSMS: 20-Markus Haris (GK), 32-Wawan Widiantoro, 30-Novi Hendrawan (Kartu Merah 71'), 5-Sasa Zecevic, 29-Rahmad, 9-Luis Alejandro Pena, 6-Zainal Anwar, 10-Osas Marvelous Saha, 7-Inkyun Oh (Muhammad Antoni 82'), 11-Zulkarnain (Arie Supriatna 88'), 18-Choi Dong Soo

Cadangan: 2-Eddy Kurnia, 4-Ledi Utomo, 23-Ramadhan Saputra, 31-Anton Samba, 22-Alamsyah Nasution, 14-Muhammad Antoni, 21-Arie Supriatna

(source: bolanews.com)

Read More »
05.01 | 0 komentar

Pra-Kongres Lahirkan Beberapa Putusan

Pra-Kongres Lahirkan Beberapa Putusan
(foto:Yohanes Sigit/Bolanews)
Pra-Kongres PSSI-KPSI yang digelar di Swiss-Bel Hotel Mangga Besar, Jakarta, Sabtu (21/1), melahirkan beberapa keputusan terkait kebijakan pengurus PSSI dan pelaksanaan Liga Amatir di Indonesia.

Dengan empat agenda utama dalam Pra-Kongres ini, yang di antaranya adalah penjelasan mengenai Liga Amatir, pembacaan paradigma baru PSSI, Sukses Kongres Luar Biasa (KLB), dan diakhiri dengan pengambilan keputusan-keputusan, tercetuslah beberapa keputusan sebagai hasil dari Pra-Kongres tersebut.

Mengenai Liga Amatir, Pra-Kongres menetapkan bahwa pengelolaan liga amatir adalah Badang Liga Amatir Indonesia (BLAI). Selain itu, ditetapkan kick-off Liga Amatir Indonesia, antara lain 24 Maret 2012 untuk Divisi Satu, 12 April 2012 untuk Divisi Dua, dan 30 April 2012 untuk Divisi Tiga.

Mengenai dana mengikuti kompetisi yang diperuntukkan bagi klub amatir, Sekjen KPSI, Hinca Panjaitan, yang membacakan hasil-hasil putusan Pra-Kongres menekankan bahwa Pra-Kongres menetapkan untuk memberi hak kepesertaan mengikuti kompetisi, bukan subsidi, dengan kisaran nilai antara Rp 25 juta sampai dengan tiga miliar rupiah.

Sementara mengenai kepengurusan PSSI saat ini, dalam Pra-Kongres dikukuhkan kembali Deklarasi Rapat Akbar Sepak bola Nasional yang pernah mereka buat pada 18 Desember 2011 di Pullman Hotel Jakarta Barat. Pra-Kongres juga meneguhkan kembali mosi tak percaya untuk memecat kepengurusan PSSI saat ini karena dianggap melanggar Statuta PSSI dan mengakui kembali empat anggota Komite Eksekutif PSSI yang dipecat oleh Komite Etik PSSI.

"Peneguhan kembali untuk memecat Djohar Arifin Husin, Farid Rahman, Mawardi Nurdin, Sihar Sitorus, Widodo santoso, Tuti Dau, dan Bob Hippy, selaku ketua umum, wakil ketua umum, dan komite eksekutif karena secara nyata melanggar Statuta PSSI khususnya Pasal 4 ayat 1 huruf d tentang kegagalan melindungi anggota, Pasal 4 ayat 1 huruf e tentang kegagalan mencegah pelanggaran statuta dan regulasi lainnya, Pasal 40 ayat 2 tentang kegagalan menjalankan keputusan Kongres Bali, dan Pasal 38," papar Sekjen KPSI, Hinca Panjaitan, saat membacakan putusan-putusan Pra-Kongres.

"Sebaliknya tetap menyatakan, meneguhkan, dan mengakui empat anggota Komite Eksekutif PSSI, yakni La Nyalla Mattalitti, Erwin Dwi Budiawan, Roberto Rouw, dan Toni Aprilani, karena secara nyata telah menjalankan kewajibannya sesuai Statuta PSSI secara benar," lanjut Hinca.

Masih terkait dengan pengakuan kembali empat anggota Komite Eksekutif PSSI yang dinyatakan telah dipecat oleh Komite Etik, Pra-Kongres menyatakan menolak keputusan Komite Etik PSSI yang dianggap cacat hukum dan cacat etika, dan memutuskan untuk membubarkan dan memecat ketua dan wakil ketua komite etik tersebut.

"Menyatakan dengan tegas menolak hasil-hasil keputusan yang dikeluarkan oleh komite etik PSSI yang dibentuk secara cacat hukum dan cacat etika, dan pelaksanaan tugas dan kewajibannya tidak dilakukan secara independen melainkan berselingkuh dengan wakil ketua umum PSSI, bekerja di bawah tekanan, intimidasi, dan kontrol pihak lain, dan karenanya membubarkan dan memecat ketua dan wakil ketua komite etik tersebut," ungkap Hinca.

(source: Bolanews.com ;foto:Yohanes Sigit/Bolanews)

Read More »
06.07 | 0 komentar

PSSI Takkan Hadiri Prakongres

PSSI Takkan Hadiri Prakongres
Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, menegaskan tidak akan menghadiri prakongres yang digelar Komite Penyelemat Sepak Bola (KPSI) di Swiss-Belhotel di Mangga Besar, Jakarta Pusat, Sabtu (21/1/2012). Djohar juga menyatakan tak akan menanggapi keputusan apapun yang dihasilkan dalam prakongres. Menurutnya, KPSI adalah organisasi ilegal yang berada di luar PSSI.

"Berdasarkan statuta, mereka organisasi yang tidak dikenal. Jadi tidak perlu ditanggapi, apapun yang mereka lakukan," tegas Djohar saat dihubungi wartawan, Jumat (20/1/2012).

KPSI sendiri mengklaim diri sebagai organisasi yang memperoleh amanat dari 2/3 anggota PSSI setelah menyatakan mosi tidak percaya kepada kepemimpinan Djohar Arifin Husin. KPSI kemudian menggagas prakongres yang merupakan ajang rekonsiliasi antara KPSI dengan PSSI.

KPSI menyebutkan, prakongres merupakan momen duduk bersama untuk menyelesaikan kisruh yang terjadi di dalam sepak bola nasional. Namun, Djohar mengaku, dirinya belum menerima undangan tersebut sampai saat ini.

"Tapi kalau ada undangan pun, saya tidak akan datang," tegasnya.

Sebelumnya, Ketua KPSI, Tonny Apriliani, mengaku sudah mengirimkan undangan kepada PSSI. Namun, dia menyatakan, tak akan ambil pusing dengan sikap PSSI yang menolak menghadiri prakongres.

"Itu hak mereka jika mereka tidak datang. Kami sudah mengirimkan undangan. Kalau mereka serius mau rekonsiliasi seharusnya mereka datang. Jangan cuma omong kalau ingin rekonsiliasi," katanya.

(source: Kompas.com)

Read More »
05.35 | 0 komentar

Djohar Ajak Tim ISL 'Pulang' ke PSSI

Djohar Ajak Tim ISL 'Pulang' ke PSSI
(foto; OkeZone.com)
Ketua Umum PSSi Johar Arifin Husein mengajak tim yang berada dibawah naungan Indonesia Super League (ISL) untuk bersatu kembali di bawah bendera PSSI.

“Rumah persepakbolaan Indonesia berada di PSSI. Hendaknya semua kegiatan persepakbolaan di Indonesia dibawah naungan PSSI. FIFA pun juga berharap agar semua kegiatan di bawah PSSI,” ujar Johar Arifin Husein di sela-sela kunjungannya ke Markas Persis Solo versi LPIS, Graha Solo Football, di Solo, Jawa Tengah, Jum’at (20/1).

Dikatakan, ia tidak ingin sejarah kota Solo sebagai penyelenggara Kongres Luar Biasa PSSI yang baru lalu ternodai, hanya karena kesalahpahaman.

“Memang ada yang mengatakan bahwa PSSI telah melanggar statuta. Saya jawab itu tidak benar. Demikian pula kalau dikatakan juga melanggar konggres Bali, itu juga tidak benar,” tandas Johar Arifin Husein yang terpilih menjadi Ketua Umum PSSI hasil Konggres Luar Biasa di kota Solo.

Lebih lanjut Ketua Umum PSSI mengajak membangun bersama PSSI. Jika ada sesuatu yang rusak, Ia mengajak memperbaiki secara bersama-sama. “Demikian pula seandainya ada hal yang bocor, mari kita tambal bersama-sama pula,” ajak Johar Arifin Husein.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum PSSI hasil Konggres Luar Biasa di Solo, mengemukakan bahwa banyak lapangan sepakbola di Indonesia yang belum memenuhi standar.

“Untuk itu, salah satu program PSS adalah mendorong perbaikan infrastruktur lapangan sepakbola. Standar lapangan yang meliputi standar rumput, kedataran lapangan dan sebagainya,” tandasnya.

(source: okezone.com)

Read More »
05.27 | 0 komentar

KPSI Siapkan Kejutan di Pra-Kongres PSSI

KPSI Siapkan Kejutan di Pra-Kongres PSSI
(foto: bola.net)
Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) tetap keukeuh pada agendanya menjalankan Pra-Kongres di Swiss Bel Hotel, Mangga Besar, Jakarta Pusat, Sabtu (21/1). Bahkan, Sekretaris KPSI, Hinca Pandjaitan, menyebutkan akan adanya sebuah kejutan.

"Lihat saja besok (Sabtu), saya sudah siapkan kejutan yang sangat luar biasa," terangnya kepada Bola.net tanpa merinci apa yang akan dilakukannya tersebut.

"Pokoknya, kita lihat saja nanti sama-sama. Kalau saya terangkan apa itu agendanya sekarang, maka bukan kejutan namanya," sambungnya.

Hinca juga menegaskan kembali soal pergantian nama semula Kongres Tahunan lalu berubah menjadi Pra-Kongres. Diterangkannya, itu tidak lepas dari surat bersama FIFA dan AFC yang meminta agar PSSI dapat menyelenggarakan Kongres untuk mencari resolusi.

"Kami menghormati adanya surat bersama tersebut. Karena, sebenarnya surat FIFA itu adalah jawaban terhadap permintaan dari 2/3 anggota PSSI yang meminta digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB) yang dijadwalkan pada 6 Maret di Surabaya," tandas Hinca.

Disinggung mengenai bakal hadirnya pihak PSSI dalam Pra-Kongres tersebut, Hinca mengaku sudah memberikan informasi melalui undangan resmi. Namun, dirinya tetap memberikan keleluasaan bagi pihak PSSI dalam menyikapinya.

"Jika ingin hadir, pintu tentu terbuka lebar. Namun kalua tidak, kami juga menghormati keputusan tersebut," tutupnya.

(source: bola.net)

Read More »
05.13 | 0 komentar

Dua Poin Penting untuk PSSI di Masa Depan

Dua Poin Penting untuk PSSI di Masa Depan
Anggota Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI), Erwin Dwi Budiawan, menyoroti dua poin penting yang perlu dibenahi dan diperhatikan oleh pengurus PSSI di masa yang akan datang.

Hadir sebagai pembicara dalam Diskusi bertajuk "Manifesto PSSI Baru" yang digelar KPSI di Swiss Bel Hotel Jakarta, Jumat (20/1) malam, Erwin mengungkapkan bahwa ada dua poin penting yang harus dibenahi oleh PSSI dalam menjalankan roda organisasinya.

"Pertama, PSSI harus mempunyai regulasi yang kuat sesuai dengan sepakbola Indonesia, iklim, geografis dan ekonomi. Namun, itu semua tidak keluar dari koridor Statuta PSSI," ujar Erwin saat menjadi pembicara diskusi.

Erwin menegaskan bahwa hal tersebut harus dilakukan karena Statuta PSSI adalah aturan dasar yang mengatur aktivitas PSSI dan organisasi itu sendiri.

Poin yang kedua terkait Peraturan Organisasi (PO). Erwin menghimbau agar pengurus PSSI ke depannya harus membuat PO sehingga tidak akan terjadi multitafsir di antara para anggotanya.

"Selama ini banyak terjadi multitafsir. Ke depannya, kita berharap PO ini bisa jelas dan tidak seenaknya menafsirkan segala sesuatunya," lanjut Erwin.

(Source: bolanews.com)

Read More »
05.08 | 0 komentar

Diancam Sanksi, RD Pilih Jalan Terus

Diancam Sanksi, RD Pilih Jalan Terus
Tak hanya pemain, pelatih yang terlibat di ISL (Indonesia Super League), kompetisi yang dianggap ilegal oleh PSSI, juga terancam kena sanksi. Sama halnya seperti pemain, seorang pelatih yang meramu taktik di ISL kemungkinan besar tidak diperkenankan untuk meramu taktik atau terlibat di tim nasional.

Hal ini tentu seperti ancaman bagi pelatih-pelatih lokal yang kini menangani klub di ISL, termasuk RD, sapaan akrab Rahmad Darmawan, yang memang bercita-cita melatih timnas senior dikemudian hari. Namun, RD sendiri mengaku tak khawatir. Apapun sanksinya, pelatih asal Lampung itu tetap akan mengarungi ISL bersama Pelita Jaya, klub barunya.

"Saya tidak pernah melihat di mana saya melatih. Apakah di ISL atau IPL. Yang terpenting adalah saya bisa melatih lagi. Saya sangat senang," terang RD saat jumpa pers di Apartemen Cilandak, Jakarta, Kamis (19/1).

"Saya hanya ingat dulu, PSSI memang pernah menyatakan kalau mereka akan menghukum perangkat pertandingan saja. Bukan pemain, juga pelatih. Itu yang saya pegang. Tapi, jika saya tetap diskorsing, saya akan menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Biar Tuhan yang mengampuni," tutup RD seraya tertawa.

Melatih bagi RD memang sudah menjadi kebiasaan. Betapa tidak? Karena sebagian hidupnya dihabiskan untuk meramu taktik di sebuah tim. Sebelum ke Pelita, pelatih berusia 46 tahun itu sempat melatih beberapa tim kuat, seperti Persipura, Persija, dan Sriwijaya, juga timnas U-23, yang dibawanya meraih perak di SEA Games XXVI, beberapa waktu lalu.

Kini, RD pun akhirnya menyandarkan karier kepelatihannya di Pelita Jaya. Ia resmi dikontrak The Young Guns untuk masa bakti selama dua tahun. Dengan kesepakatan itu, RD berharap kesempatan untuk mengeyam pengalaman melatih di luar negeri terbuka untuknya.

(Source; Bolanews.com)

Read More »
05.25 | 0 komentar

Rahmad Darmawan Resmi Melatih Pelita Jaya

Rahmad Darmawan Resmi Melatih Pelita Jaya
Mantan pelatih timnas Indonesia U-23, Rahmad Darmawan, resmi berlabuh ke klub Indonesia Super League (ISL) Pelita Jaya, Kamis (19/1/12).

RD resmi diperkenalkan sebagai pelatih klub asal Karawang, Jawa Barat, tersebut pada hari Kamis (19/1/12) di Jakarta.

“Kami beritahukan bahwa sejak hari ini, coach Rahmad Darmawan telah bergabung dengan kami,” ujar manajer Pelita Jaya, Lalu Mara Satria Wangsa, di ruang serbaguna Apartemen Cilandak, Jakarta.

Rahmad Darmawan tak bisa menutupi rasa gembiranya karena bisa kembali melatih, setelah mengajukan surat permohonan pengunduran diri di pertengahan Desember 2011 lalu. “Jadi hari ini hari yang menggembirakan bagi saya karena bisa kembali berkecimpung di dunia sepak bola yang saya cintai,” ungkap RD.

Tidak hanya mendapat kebebasan sepenuhnya untuk meracik skema permainan dan menentukan pemain, RD juga mendapat kesempatan untuk mengembangkan karirnya di tempat lain.

“Saya cukup bangga bisa bergabung dengan klub ini karena diberi keleluasaan mengatur pemain. Saya juga bisa mendapat kesempatan untuk mengembangkan karir di tempat lain. Inilah alasan saya memilih Pelita Jaya,” tandasnya.
Rahmad Darmawan Resmi Melatih Pelita Jaya

Lalu Mara enggan mengumumkan besaran nilai kontrak yang diterima Rahmad Darmawan selama dua tahun membesut Pelita Jaya. "Itu tidak bisa kita sebutkan," ujarnya sambil tersenyum.

Pekerjaan Rahmad bersama timnas U-23 mendapat apresiasi dari masyarakat Indonesia, namun ia memilih meninggalkan tugasnya setelah sepak bola nasional terbelah dengan munculnya dua kompetisi. Satu kompetisi diakui resmi dan yang lain diharamkan, termasuk haram juga bagi pemainnya untuk membela timnas.

Pembatasan pemilihan pemain semacam ini menjadi alasan RD meninggalkan timnas.

(source: inilah.com)

Read More »
17.42 | 0 komentar

Jabar Tak Mendukung KLB?

Jabar Tak Mendukung KLB?
Keinginan untuk menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) kembali mendapatkan ujian. Kali ini sebagian besar Pengprov Jawa Barat yang menyatakan dukungannya pada PSSI.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia (KPSI) telah menjadwalkan akan menggelar KLB setelah diminta sebagian besar anggota PSSI, yang ingin menggulingkan Djohar Arifin Husin dari kursi ketua PSSI.

Toni Apriliani, Ketua KPSI yang juga menjabat sebagai ketua Pengprov Jabar yang dicopot PSSI, sebelumnya mengutarakan bahwa KPSI saat ini didukung penuh oleh pemilihnya di Jabar, namun ternyata dukungan itu diragukan setelah banyak anggota Pengprov Jabar yang hadir dikantor PSSI untuk mendukung Djohar.

Pada Rabu siang, kantor PSSI disambangi sekitar 40 perwakilan Divisi 1, 2 dan 3, serta Pengprov di Jabar. Mereka datang untuk menegaskan dukungan mereka terhadap kepengurusan saat ini.

"Aspirasi pertama mengenai tidak ada satu pasal pun dalam statuta harus diselenggarakannya KLB. Kedua, kita lebih pada menuntut kegiatan sepakbola di Jabar lebih optimal, pembinaan dari pusat hingga tingkat bawah terutama pada usia dini. Yang ketiga, adanya komunikasi yang hilang selama ini," papar Ketua klub Jabar PSKC Cimahi, Nurhasan, didepan kantor PSSI.

"Kami juga sangat kecewa, makanya kami dalam forum ini datang kesini untuk curhat dengan ketum bagaimana sebenarnya meningkatkan sepakbola di daerah, khususnya di Jabar, untuk lebih maksimal dan lebih baik sehingga menimbulkan bibit-bibit yg kita harapkan," tuturnya.

Selain itu, Nurhasan juga menambahkan bahwa ia dan anggota yang hadir akan menolak keras KLB yang dicanangkan oleh KPSI.

"Kami juga sepakat menolak keras kalau memang KLB diselengarakan, karena saya sampaikan tidak ada satu pasal pun yang ketum langgar. Itu sudah kami sampaikan di dalam tadi," jelasnya.

"Yang mendukung KLB mungkin teman-teman yang tidak hadir hari ini. Saya pernah diundang (ke RASN) tapi saya tidak hadir, karena saya tidak tahu maksud dan tujuan pertemuan saat itu. Artinya jangan dipukul rata," sambung Nurhasan.

Ketika ditanya apakah hadir dalam Kongres Tahunan yang digagas KPSI, Nurhasan menegaskan tidak akan memunculkan batang hidungnya. "Kami tidak hadir, kami sudah berkomitmen. Kita lebih fokus pada pembinaan saja," tukasnya.

(source: inilah.com)

Read More »
08.28 | 0 komentar

Patuhi FIFA, KPSI Ubah Kongres Jadi Prakongres

Patuhi FIFA, KPSI Ubah Kongres Jadi Prakongres
Komite Penyelamat Sepak Bola Seluruh Indonesia (KPSI) awalnya berencana menggelar kongres tahunan PSSI pada 21 Januari 2012. Namun, KPSI mengubahnya menjadi prakongres.

Hal itu sesuai anjuran FIFA dalam suratnya kepada PSSI tertanggal 13 Januari 2012. Dalam surat itu, induk sepak bola dunia itu tidak ingin berkomentar atas usulan penyelenggaraan kongres luar biasa (KLB), yang direncanakan oleh KPSI pada 6 Maret 2012. FIFA juga menganjurkan kepada PSSI untuk menggelar kongres tahunan sebagai cara untuk menyelesaikan masalah dalam sepak bola di Indonesia. FIFA meminta kongres itu diadakan sebelum 20 Maret 2012. Jika tidak, FIFA akan memberikan bertindak tegas kepada PSSI.

KPSI semula berencana menggelar kongres tahunan pada bulan ini karena kongres sebelumnya digelar Januari 2011 di Bali. Salah satu agendanya membentuk komite pemilihan dan komite banding. Setelah munculnya surat FIFA pekan lalu itu, KPSI sepakat mematuhi anjuran FIFA dan AFC.

"Jadi tanggal 21 Januari itu prakongres. Kita mematuhi anjuran dari FIFA yang menyebutkan kongres tahunan akan digelar sebelum 20 Maret," jelas Ketua KPSI Toni Apriliani di kantor KPSI, Rabu (18/1/2012).

Sebelum prakongres, KPSI akan menggelar diskusi untuk membuat manifesto. Manifesto tersebut akan digunakan sebagai acuan untuk kepengurusan PSSI yang baru. "Tanggal 20 akan ada diskusi membuat manifesto PSSI baru yang ke depan. Intinya tentang kendala infrastruktur, pembinaan, kompetisi, dan bagaimana pembinaan bisa dijual. Dalam diskusi tersebut akan dihadirkan pakar-pakar sehingga siapa pun ketua umumnya, manifesto ini bisa menjadi acuan," kata Toni

(source: Kompas.com)

Read More »
07.49 | 0 komentar

Hattrick, Bukti Profesionalisme Marcio Souza

Hattrick, Bukti Profesionalisme Marcio Souza
(foto: aremafc.com)
Hattrick yang diciptakan Marcio Souza ke gawang Deltras Sidoarjo di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Rabu (18/1), membuktikan striker Arema Indonesia itu bermain dengan profesional meski masih mencintai publik Sidoarjo.

Arema secara mengejutkan berhasil menggagalkan kemenangan tim tuan rumah. Setelah sempat unggul terlebih dahulu pada menit kesepuluh melalui gol dari set-piece yang dilakukan Souza, Deltras sempat membalikkan kedudukan dan unggul 2-1 melalui gol Qishil Gandrum dan Mijo Dadic pada menit ke-11 dan 15.

Namun, akhirnya Arema bisa membuat keadaan kembali imbang sebelum turun minum. Souza kembali menjadi pahlawan Arema dengan gol yang diciptakannya pada menit ke-37.

Deltras kembali unggul melalui gol Shin Hyun Joon pada menit ke-37 dan hampir memastikan tiga poin penuh di depan Deltamania. Namun, Souza kembali menjadi pahlawan bagi Singo Edan dengan gol ketiganya pada menit ke-90.

Senang dengan performa dan tiga gol yang diciptakannya ke gawang Deltras yang merupakan tim yang pernah dibelanya, Souza meminta maaf kepada seluruh Deltamania karena ia harus profesional dengan klub yang dibelanya saat ini.

"Saya respek pada Deltamania yang dulu memberikan dukungan pada saya. Maaf, tapi saya harus berkontribusi pada klub saya sekarang. Saya hanya ingin buktikan bahwa saya profesional," ujar Souza.

Sementara itu pelatih Joko Susilo merasa cukup puas dengan satu poin yang dibawa pulang oleh timnya. "Kami bermain dengan hati. Saya senang melihat semangat anak-anak yang mengalami peningkatan," katanya.

(Source: Bolanews.com)

Read More »
07.38 | 0 komentar

Zaman Gelap Sepak Bola Indonesia

Zaman Gelap Sepak Bola Indonesia
Sepak bola adalah harkat-martabat bangsa. Inilah nilai terpenting dan menyejarah sepak bola di Indonesia. Karena nilainya itulah maka sepak bola Indonesia tidak bisa dikalahkan oleh kepentingan apa pun.

Sejarah menunjukkan sepak bola hadir di Indonesia berbarengan dengan ideologi-ideologi besar--komunisme, nasionalisme, sosialisme--pada akhir abad ke-19 dan segera menjadi alat pergerakan kebangsaan di antara para pendiri bangsa yang melakukan perlawanan terhadap kolonialisme pada awal abad ke-20. Karena itu, sepak bola di Indonesia bukan sekadar produk kebudayaan, tapi juga produk politik, yang di dalamnya terkait erat soal-soal identitas, bahkan spirit kebangsaan atau nasionalisme Indonesia.

Sebagaimana pergerakan kebangsaan saat itu, berbagai bond atau klub sepak bola yang bermunculan juga segera diliputi semua sifat khas yang menurut Ben Anderson menjadi zeitgeist atau jiwa zaman saat itu: muda, maju, dan sadar, yang dikiaskan dengan sesuatu yang bersifat terang. Ini bukan hanya sebagai simbol melawan zaman gelap, tapi juga dikotomi yang lebih bersifat moral, politik, dan perbedaan generasi. Dalam perspektif itu, pemuda telah sampai pada tingkat pertumbuhan kesadaran yang fundamental tentang perubahan. Begitu juga di dunia sepak bola. Pencinta sepak bola diliputi pemikiran dan kejiwaan penuh semangat merombak kekangan kolonial seraya menciptakan suasana dan tatanan baru persepakbolaan yang bebas dari stigma kultural yang menghambat.

Stigma kultural itu salah satunya adalah superioritas orang Eropa yang merasuk sampai ke dalam urusan sepak bola, olahraga paling populer di Hindia Belanda. Kalau pernah sohor terpampang pelang peringatan "Verboden voor Inlanders en Hounden" atau "Dilarang Masuk untuk Pribumi dan Anjing" di beberapa tempat di Batavia, seperti di trem, zwembad alias kolam renang, societeit, atau gedung pertemuan, begitu juga di lapangan sepak bola. Soeri, Soekardi, Soejadi, dan beberapa anggota klub sepak bola Ster, Setiaki, dan De Bruinen di Batavia adalah saksi-saksi atas politik klasifikasi kelas yang merembes sampai ke urusan sepak bola. Klub pribumi dilarang bertanding melawan klub Eropa. Bahkan untuk sekadar numpang merumput di lapangan seperti di Hercules, Bataviaasch Voetbal Club, dan Voetbal Batavia en Omstreken.

Nasionalisme Indonesia dalam persepakbolaan akhirnya lahir di hadapan--pinjam istilah Aan Laura Stoler--taxonomic states alias negara yang menjalankan kebijakannya berdasarkan diskriminasi kelas dan ras. Klub-klub pribumi di Batavia segera menghubungkan diri mereka dengan M.H. Thamrin, tokoh Betawi di balik layar keikutsertaan Kaum Betawi dalam Sumpah Pemuda 1928. Selain rasisme kolonial yang menggila, semangat Sumpah Pemuda itu jugalah yang kemudian mendorong pemuda-pemuda pemain sepak bola yang memang tergabung dalam Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Kaum Betawi, dan lain-lain untuk melancarkan perlawanan terhadap kebusukan NIVB (Nedherlands Indisch Voetbal Bond), persatuan sepak bola yang dibentuk pemerintah kolonial untuk mewadahi seluruh perkumpulan sepak bola di Hindia Belanda. Berselang dua tahun, 1930, gerakan perlawanan itu memuncak dengan lahirnya PSSI (Persatuan Sepakraga Seluruh Indonesia).

Dalam konteks itu, PSSI lahir bukan hanya sebagai protes atas rasisme NIVB, lebih jauh lagi adalah simbolisasi tekad mengangkat harkat bangsa sesuai dengan semangat Sumpah Pemuda. Ada iktikad kuat dunia sepak bola pribumi untuk membuktikan bahwa bangsa terjajah juga manusia. Mereka tidak bisa dianggap tak punya keunggulan dan talenta yang menunjukkan sebagai manusia bermartabat dan mampu mandiri. Inilah nilai sejati sepak bola Indonesia. Lahir sebagai api penggerak dan pengobar utama spirit kebangsaan dan keadaban sebagai masyarakat bermartabat. Karena itu, sepak bola memainkan peranan penting sebagai alat perjuangan mengangkat martabat dan harkat kebangsaan, juga simbol bahwa Indonesia bukanlah bangsa kelas kambing, bangsa tak berkeunggulan, masyarakat yang gagal.

Para politikus penggerak kebangsaan bukan hanya penggemar sepak bola, bahkan tak sedikit yang menjadi pesepak bola tangguh. Sebut saja Sukarno, Hatta, Sjahrir, Tan Malaka, dan M.H. Thamrin. Hatta adalah penyerang andal yang juga sohor sebagai lini belakang yang kedot. Sjahrir, saking "gila bola", sampai berkeyakinan "sekolah tak boleh mengganggu hobi bermain sepak bola". Sjahrir memang sohor sebagai penyerang tengah yang "ahli, tangkas, dan pandai". Tan Malaka selama tinggal di Haarlem pada 1914-1916 menjadi pemain sepak bola profesional club Vlugheid Wint (Kecepatan Menang). Dilaporkan "kecepatannya luar biasa", karena itu "ia segera mendapat sukses". Tan Malaka bermain di garis depan. Dia penyerang yang gesit dan licin, terutama sangat berbahaya kalau ia merumput tak bersepatu alias nyeker.
Ketika masih di sekolah dasar pada 1911, Sukarno sohor sebagai pesepak bola andal. Selanjutnya, tak ada informasi lagi ihwal Sukarno sebagai pemain sepak bola, tapi kesadarannya tentang posisi sepak bola sebagai medium politik kebangsaan itu terus hidup sampai dia dijatuhkan pada 1965. Ini tecermin dalam bagaimana Sukarno memilih langsung Ketua PSSI dan membuat stadion sepak bola paling megah di dunia saat itu, Gelora Senayan, mengalahkan stadion di Brasil.

Thamrin, politikus Volkraad yang dianggap paling berbahaya di Hindia Belanda, dalam kesaksian keluarga memang disebut sebagai pecandu sepak bola. Thamrin yang mendesak gemeente atau Kota Praja Batavia memperhatikan keperluan klub-klub sepak bola pribumi akan lapangan sepak bola. Dia telah merogoh koceknya sendiri f 2.000 sebagai hibah, sehingga untuk pertama kalinya klub pribumi di Hindia Belanda punya lapangan sendiri. Itulah lapangan VIJ, yang pada 1932 menjadi tempat pelaksanaan Kejuaraan Nasional II PSSI. Saat pertandingan final VIJ versus PSIM, Thamrin secara khusus meminta Sukarno, yang baru saja bebas dari Penjara Sukamiskin, melakukan tendangan pertama tanda dimulainya pertandingan.

Dalam kilas balik, sepak bola memang mengalami politisasi, tapi dalam artian demi mengejar tujuan-tujuan mulia kebangsaan. Malah semangat kebangsaan inilah yang mendorong dan menumbuhkan pemain-pemain sepak bola tangguh dalam skill maupun moril serta manajemen organisasi. Ini dibuktikan dengan kemajuan klub-klub sepak bola pribumi yang begitu pesat. NIVB sendiri mengakui hal ini setelah melihat permainan VIJ, yang mampu mengungguli SIVB dalam Kejuaraan Nasional PSSI III di Surabaya. Padahal SIVB banyak memakai pemain kulit putih terbaik NIVB. Prestasi lebih hebat ditunjukkan PSSI pada 7 Agustus 1937, tim yang dibentuk mendadak berhasil menahan imbang kesebelasan Nan Hwa dari Tiongkok. Padahal kesebelasan yang dipimpin Lee Wai Tong "Sang Raja Bola Asia" itu sebelumnya dengan mudah mempecundangi kesebelasan Belanda 4-0. Prestasi inilah yang mendorong panitia Piala Dunia 1938 di Paris mengundang Indonesia untuk ikut.

Kenyataan sejarah itu bertolak belakang sekali dengan kenyataan sekarang. Menutup mata dan mengabaikan nilai historis sepak bola tersebut artinya sama dengan menyerahkan sepak bola Indonesia hari ini terus dalam cengkeraman kuku dan taring berbisa politikus busuk dan bandar judi yang terang-terangan merajalela di dunia sepak bola. Menjadi pengecut atas kisruh di PSSI sama dengan membiarkan situasi tanpa harapan, hari-hari tergelap sepak bola Indonesia terus berlangsung, karena api spiritnya yang historis sebagai penggerak dan pengobar utama semangat kebangsaan dan keadabannya sebagai masyarakat bermartabat telah dipadamkan.

*J.J. Rizal, peneliti sejarah
(source: Tempo.co)

Read More »
08.36 | 0 komentar

Hadapi Persija, Debut RD di Pelita

Hadapi Persija, Debut RD di Pelita
Mantan pelatih tim nasional U-23, Rahmad Darmawan, hanya tinggal selangkah lagi bergabung dengan Pelita Jaya setelah kedua pihak telah mencapai kesepakatan verbal. Kemungkinan besar RD akan melakoni debutnya sebagai arsitek anyar "The Young Guns" saat Safee Sali dan kawan-kawan menjamu Persija Jakarta dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL), Senin (23/1/2012).

Laga melawan Persija menjadi momen spesial bagi RD. Sebelumnya, dia pernah mengarsiteki "Macan Kemayoran" pada 2005-2006 dan 2010-2011. "Mungkin seperti itu," kata Edi Syah Putra, selaku agen RD, saat dihubungi wartawan, Selasa (17/1/2012) siang.

Sebagaimana diberitakan, RD lebih memilih bergabung dengan Pelita meskipun pelatih asal Lampung itu juga diincar oleh PSAP Sigli, Persas Sabang, dan Persiba Balikpapan. Salah satu faktor RD memilih Pelita karena "The Young Guns" berjanji membuka peluang bagi RD untuk mengembangkan karier di kancah internasional.

Rencananya, RD akan diumukan secara resmi sebagai pelatih Pelita pada Kamis (19/1/2012) atau Jumat (20/1/2012). Rencananya, RD dikontrak selama dua tahun.
(source: Kompas.com)

Read More »
08.17 | 0 komentar

Surat FIFA-AFC Tak Surutkan Semangat KPSI

Surat FIFA dan AFC kepada PSSI yang menyatakan mereka tidak mau berkomentar mengenai permintaan Kongres Luar Biasa (KLB), tak menyurutkan semangat KPSI untuk tetap merancang agenda KLB.
Surat FIFA-AFC Tak Surutkan Semangat KPSI

Dalam surat berkode SG/tre/nst yang ditandatangani Sekjen AFC, Alex Soosay, dan Sekjen FIFA, Jerome Valcke, FIFA dan AFC mengisyaratkan bahwa mereka tidak dalam posisi untuk mengomentari keabsahan permintaan KLB.

Deputi Sekjen PSSI Bidang Kompetisi, Saleh Ismail Mukadar, menganggap pernyataan dalam surat itu karena PSSI masih menjadi lembaga sah untuk melakukan verifikasi.

Namun, hal tersebut tidak menyurutkan tekad KPSI untuk menjalankan amanah 2/3 anggota PSSI yang meminta diselenggarakannya KLB. Sekjen KPSI, Hinca Panjaitan, menyatakan bahwa dalam surat FIFA yang diterima PSSI jelas diamanatkan bahwa kongres harus menjadi tempat penyelesaian masalah yang dihadapi sepak bola Indonesia.

"Tidak (semangat tidak surut). Kenapa KPSI bikin kongres Januari ini adalah supaya kita tidak offside (melewati batas waktu). FIFA juga sudah mengamanatkan bahwa kongres harus jadi forum resolusi," ujar Hinca.

(Source: Bolanews.com)

Read More »
08.02 | 0 komentar

FIFA-AFC Tak Mau Berkomentar Soal Permintaan KLB

 FIFA-AFC Tak Mau Berkomentar Soal Permintaan KLB
FIFA dan AFC mengirimkan surat kepada PSSI dan menegaskan mereka tidak dalam posisi mengomentari permintaan Kongres Luar Biasa (KLB) yang dikirimkan oleh Forum Pengprov PSSI (FPP).

Dalam surat berkode SG/tre/nst yang ditandatangani Sekjen AFC, Alex Soosay, dan Sekjen FIFA, Jerome Valcke, mereka menyatakan telah menerima permintaan untuk mengadakan Kongres Luar Biasa dari pihak yang mengaku lebih dari 2/3 anggota PSSI.

Namun, berdasarkan hasil verifikasi yang mereka terima dari PSSI, di mana ternyata tim verifikasi menyatakan bahwa keabsahan surat dukungan tidak mencapai 2/3 anggota PSSI, FIFA dan AFC memberitahu bahwa dari informasi yang diberikan oleh PSSI mereka tidak dalam posisi untuk mengomentari keabsahan permintaan KLB.

"FIFA dan AFC menyatakan diri tidak dalam posisi untuk memberi komentar terhadap permintaan KLB tersebut karena mereka menganggap PSSI sebagai lembaga sah yang melakukan verifikasi terhadap permintaan tersebut," ujar Deputi Sekjen Bidang Kompetisi PSSI, Saleh Mukadar, dalam keterangannya di Kantor PSSI Kawasan Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Selasa (17/1) sore.
(Source: Bolanews.com)

Read More »
07.59 | 0 komentar

Pemain Liga Super Kebingungan

Pemain Liga Super Kebingungan
Para pemain sepak bola yang kini membela klub di Liga Super Indonesia tengah dilanda kebingungan. Pasalnya liga itu tidak diakui federasi, yaitu Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Menurut Ketua Asosiasi Pemain Profesional Indonesia Valentino Simanjuntak, meski kontrak personal dilakukan dengan klub, semua administrasi harus lewat federasi.

"Jadi, jika ada masalah, bingung mau lapor ke mana karena PSSI tidak mengakui," kata Valentino, Selasa, 17 Januari 2012. Dia menambahkan, masalah kebingungan inilah yang menjadi salah satu pendorong Diego Michiels pindah klub dari Pelita Jaya yang bermain di ISL ke Persija yang bermain di Indonesian Premier League. "Wajar, Diego kan ke Indonesia ingin menjadi pemain timnas," katanya.

FIFPro selaku organisasi yang menaungi APPI, terang Valentino, juga telah menyampaikan kekhawatiran itu kepada APPI. "Jadi, dalam pekan ini, kami diberi tenggat oleh FIFPro untuk menyetorkan semua pemain profesional Indonesia, baik yang bermain di IPL atau Liga Super. Mereka kemudian akan membawanya ke FIFA dan AFC," ujar Valentino menambahkan.

Oleh karena itu, asosiasi berharap rekonsiliasi terkait adanya kompetisi yang digelar di luar federasi bisa segera diselesaikan.

Seperti diketahui, PT Liga Indonesia yang sudah dicabut mandatnya oleh PSSI tetap menggelar Liga Super. PSSI telah menjatuhkan sanksi terhadap klub-klub yang tetap bermain di liga tersebut. Para pemainnya pun tak bisa lagi memperkuat tim nasional. Sebab, berdasarkan Statuta FIFA, terdapat larangan bagi pemain yang bermain di luar federasi untuk memperkuat tim nasional.

(Source: Tempo.co)

Read More »
14.35 | 0 komentar

PSM Menangguk Keuntungan Dari Laga Kontra Semen Padang

PSM Menangguk Keuntungan Dari Laga Kontra Semen Padang
Laga lanjutan Indonesia Premier League (IPL) 2011-2012 di Stadion Mattoanging antara tuan rumah PSM Makassar versus PS Semen Padang, Minggu (15/1/2012), berakhir imbang 1-1.

"PSM memperoleh total pemasukan bersih dari penjualan tiket pertandingan PSM vs SP kemarin sebesar Rp97 juta lebih," ungkap M Zakir Sabara, Ketua Panitia Pelaksana, kepada wartawan di Makassar, Senin (16/1/2012).

Seperti diketahui, manajemen Panpel telah menyesuaikan harga tiket pertandingan reguler PSM di Stadion Mattoanging, yakni dengan menurunkan rata-rata harga tanda masuk untuk tiga kategori tempat duduk penonton.

Harga tiket tersebut, masing-masing: (a) Tribun Terbuka dicetak 8000 lembar @Rp 10 ribu, (b) VIP Utara -Selatan, 6000 lembar @Rp 30 ribu,
(c) VIP Utama 500 lembar @Rp 50 ribu.

"Adapun total tiket yang dicetak adalah sebanyak 14.500 lembar," tambah Zakir.

Dari model pencetakan tiket bagi tiga kategori tersebut diperoleh rekapitulasi dari koordinator tiket pada laga PSM vs Semen Padang. Yaitu, total pemasukan (brutto) tiket sebesar Rp107.160.000. Rinciannya: tiket dewasa Rp96.140.000, tiket anak-anak Rp2.970.000, dan tiket suporter Rp8.050.000.

Dikurangi fee-agent ticketing sebesar 7 persen dewasa (Rp6.729.800), fee-agent ticketing 7 persen anak-anak (Rp207.900), dan fee suporter 30 persen Rp2.415.000, maka total pemasukan bersih dari penjualan tiket Rp97.807.300.

(source: OkeZone.com)

Read More »
06.12 | 0 komentar

Pemain Semen Padang Terancam Dilaporkan ke Polisi

Pemain Semen Padang Terancam Dilaporkan ke Polisi
Tindakan pemain Semen Padang yang melakukan perusakan terhadap fasilitas stadion berbuntut panjang. Pihak manajemen dan panitia pelaksana (panpel) berencana melaporkan tindakan tersebut ke pihak kepolisian.

Pemain Semen Padang merusak pintu ruangan panitia yang berdekatan dengan ruang ganti pemain. Salah seorang pemain Semen Padang saat hendak masuk ke ruang ganti melayangkan tendangan ke pintu sehingga pintu ruangan panpel tersebut jebol.

Genaral Manager (GM) Klub PSM Husain Abdullah mengatakan, pihaknya telah meminta ke panpel untuk melaporkan tindakan pemain Semen Padang tersebut ke pihak kepolisian. Menurutnya, tindakan ini lebih mengarah kepada tindakan kriminal karena melakukan perusakan fasilitas stadion.

“Saya sudah minta ke panpel untuk melaporkan saja tindakan tersebut kepada pihak kepolisian. Ini sudah mengarah ke kriminal karena melakukan perusakan. Sekarang bukan lagi saatnya pemain anarkis dalam sepakbola,” ungkap Husain.

Local Coordinator Officer (LCO) PSM Zakir Sabara menyayangkan tindakan pemain tersebut. Menurutnya, jika manajemen telah memberikan lampu hijau, pihaknya akan melaporkan masalah ini ke pihak kepolisian karena merupakan tindakan kriminal.
“Kalau manajemen sudah mengizinkan saya akan melaporkan masalah ini ke pihak kepolisian. Tindakan ini tidak bisa dibenarkan sama sekali, mereka merusak fasilitas stadion,” katanya.
Selain perusakan tersebut, pemain striker Semen Padang David Pagbe juga sempat memprovokasi pemain sesaat sebelum meninggalkan lapangan usai laga. Hal ini menimbulkan reaksi dari penonton dengan melempari para pemain Semen Padang dengan botol minuman.

Stopper Semen Padang David Pagbe mengaku tersinggung dengan penonton karena adanya penononton yang meneriaki dirinya dan menyinggung soal rasis. Hal ini diakui oleh Pelatih Semen Padang Ni Maizar saat konfrensi pers usai pertandingan. Nil mengatakan tindakan spontan Pagbe karena dirinya disinggung masalah rasisme. “Saat saya tanya Pagbe, dia mengaku tersinggung karena diteriaki penonton dan menyinggung rasisme,“ kata Nil.

Beberapa tindakan dari Semen Padang tersebut memungkinkan adanya sanksi yang diberikan oleh PSSI. Namun, Manager Semen Padang Asdian menyerahkan hal tersebut kepada pihak PSSI. Menurutnya, pihak PSSI yang akan menilai apakah tindakan ini layak diberi sanksi atau tidak.

“PSSI pasti akan ada tim untuk menilai ini, tapi kami serahkan saja sepenuhnya ke PSSI yang akan melihat apakah ada yang salah dengan pertandingan malam melawan PSM lalu,” ungkapnya.

Pertandingan lanjutan Indonesia Primer League (IPL) yang mempertemukan PSM dan Semen Padang di Stadion Andi Mattalatta Minggu malam lalu memang berlangsung panas. Bahkan, pertandingan sempat tertunda 10 menit akibat protes keras pemain Semen Padang terhadap wasit yang memberi kartu merah kepada penjaga gawang Semen Padang.

Ketegangan antar pemain pun beberapa kali dipertunjukkan antara kedua klub ini. Imbasnya, pemain Semen Padang melakukan perusakan stadion dan membuat panpel berencana melaporkan masalah tersebut ke pihak kepolisian.

(source : okezone.com)

Read More »
06.07 | 0 komentar

PSSI Berbohong Bilang Tak Langgar Statuta

PSSI Berbohong Bilang Tak Langgar Statuta
Ketua Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) Tony Apriliani menuding Ketua Umum PSSI Djohar Arifin telah berbohong dengan menyebut pihaknya tidak pernah melanggar statuta PSSI.

"Djohar selalu bicara pihaknya tidak pernah melanggar statuta. Kalau iya, mana putusannya dan mana programnya," kata Tony dalam sebuah diskusi sepak bola bertajuk "Tinjauan Kongres Luar Biasa dari Sisi Hukum Olahraga" di Hotel Century, Senayan, Senin (16/1/2012).

Tony mengatakan, dalam mengambil keputusan, PSSI telah melanggar hasil Kongres Bali, terutama mengenai kompetisi Liga Indonesia. Akibatnya, terjadinya dualisme kompetisi hingga akhirnya usulan kongres luar biasa dari 452 anggota PSSI.

"KPSI bukan dibentuk, tetapi dimandatkan. KPSI adalah keinginan dari anggota PSSI yang sudah tidak percaya kepada PSSI di bawah kepemimpinan Djohar Arifin," ungkapnya.

(source: Kompas.com)

Read More »
05.54 | 0 komentar

Pelita Jaya Janjikan Karier Di Luar Negeri Buat RD

Pelita Jaya Janjikan Karier Di Luar Negeri Buat RD
Pelita Jaya terus berusaha memboyong mantan pelatih tim nasional U-23, Rahmad Darmawan. Bila bergabung bersama "The Young Guns", pelatih yang akrab disapa RD itu diyakini dapat memiliki kesempatan besar mengembangkan karier di level internasional.

Hal itu disampaikan oleh Manajer Pelita Jaya, Lalu Mara, kepada wartawan di sela-sela acara diskusi sepak bola bertajuk "Tinjauan Kongres Luar Biasa (KLB) dari Sisi Hukum Olahraga" di Hotel Century, Senayan, Senin (16/1/2012). Lalu Mara mengatakan, Pelita kembali mengalihkan usahanya merekrut RD setelah rencana mendatangkan Dollas Saleh gagal di tengah jalan. Saat ini Dollah masih terikat kontrak dengan klub Malaysia, Selangor FA.

"Saya sudah bertemu dengan RD dan Edisyah (agen RD). Saya sampaikan, jika beliau bergabung dengan Pelita Jaya, kesempatan mendunia terbuka lebar. Kesempatan berkarier dan belajar di klub luar terbuka untuk RD karena Pelita jaya bisa akses ke Brisbane Roar dan VS Vise," kata Lalu Mara.

Pelita harus bergerak cepat untuk mendatangkan RD karena pelatih asal Lampung itu juga diincar oleh PSAP Pidie, Persas Sabang, dan Persiba Balikpapan. Lalu Mara mengatakan, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf juga sudah menghubungi mantan pelatih Persipura Jayapura, Sriwijaya FC, dan Persija Jakarta tersebut. "Kita tunggu jawaban dia 2x24 jam karena Pelita tidak memiliki head coach," ujarnya.

Lalu Mara menilai, sebagai pelatih muda usia, RD merupakan sosok tepat untuk menangani Pelita yang didominasi pemain muda. Ia mengakui bahwa timnya belum menentukan sosok alternatif jika gagal mendatangkan RD.

RD mengakui masih terus berkomunikasi dengan Pelita. Namun, ia masih merahasiakan klub mana yang akan dipilihnya. "Semoga akan segera menemukannya. Jika memilih yang pasti, saya akan pilih yang sesuai dengan hati saya sendiri," katanya.

(source: Kompas.com)

Read More »
05.47 | 0 komentar

APPI Inginkan Rekonsiliasi Bukan KLB

APPI Inginkan Rekonsiliasi Bukan KLB
Asosiasi Pemain Sepak Bola Profesional Indonesia (APPI) memandang tidak perlu adanya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI andaikan pihak-pihak terkait yang kini berpolemik, bersedia membuka diri demi kepentingan sepak bola nasional yang lebih besar. Pasalnya, APPI menilai masih ada jalan yang elegan dalam menyelesaikan persoalan-persoalan di pentas sepak nasional yang kini belum mereda.

"Jalan rekonsiliasi rasanya jauh lebih bijaksana ketimbang adanya KLB PSSI," terang CEO APPI, Valentino Simanjuntak, kepada Bola.net.

Dalam perjalanan sepak bola nasional, Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) mengapungkan gagasan KLB PSSI lantaran menilai banyak kekeliruan yang dijalankan kepengurusan PSSI di bawah kendali Djohar Arifin. KLB PSSI yang direncanakan KPSI, dijadwalkan berlangsung pada 6 Maret di Surabaya.

Valentino yang menggantikan peran Arya Abhiseka di APPI tersebut, memang mengesankan jika tidak tegas dalam menolak atau mendukung KLB PSSI. Misalnya, ketika disinggung perihal tersebut, Valentino tidak menolak bahkan tidak pula mengiyakannya. Dirinya hanya memberikan pandangan jika sebisa mungkin KLB PSSI tidak terlaksana.

"Kami (APPI) tetap berada di tengah-tengah untuk tetap menjaga netralitas. Dengan adanya KLB PSSI pada 6 Maret, justru yang kami khawatirkan akan terjadi KLB PSSI susulan. Namun, jika itu sudah menjadi keinginan mayoritas dari 2/3 pemilik suara sah PSSI, silahkan saja," tegasnya.

(Source: Bola.net)

Read More »
05.37 | 0 komentar

Persija Jakarta Taklukkan PSPS

Hasil Pertandingan PSPS VS Persija
PSPS Pekanbaru menjamu Persija dalam lanjutan Indonesian Super League. Persija berhasil mendominasi pertandingan dan mengalahkan PSPS dengan skor 2-0.

PSPS Pekanbaru memperoleh peluang pertamanya pada menit 17. Ambrizal yang mendapatkan umpan terobosan dari Herman Dzumafo berhasil lolos dari perangkap off side. Sayang bola hasil tendangan kerasnya berhasil diblok kiper Persija.

Fajar memiliki peluang emas untuk mencetak gol bagi PSPS. Ia berhasil mendekati area kotak penalti tanpa terkawal pemain bertahan lawan pada menit 19. Peluang tersebut akhirnya terbuang sia-sia setelah bola hasil tendangannya justru melambung tinggi dari gawang.

Persija akhirnya berhasil mencetak gol mereka pada menit 31. Fabiano berhasil memanfaatkan kerumunan yang terjadi di depan gawang PSPS. Ia berhasil mendapatkan bola liar lalu dengan mudah melesakkan bola ke gawang PSPS tanpa mampu dihalau kiper.

Abdul Hadi memporak-porandakan pertahanan Persija pada menit 50. Ia berhasil mengirimkan umpan terobosan kepada Herman Dzumafo yang langsung melepaskan tendangan ke arah gawang. Sayang bola sedikit meleset dari gawang Persija.

Persija membuang sia-sia peluang emas pada menit 55. Tendangan bebas Oktavianus membuat bola meluncur deras ke arah gawang PSPS. Bola akhirnya membentur tiang gawang dan memantul kembali ke arah Robertino yang tak terkawal. Robertino langsung menanduk bola tersebut namun bola berhasil ditepis kiper PSPS meski ia sudah kehilangan keseimbangan.

Gawang PSPS kembali terancam pada menit 67. Ramdani berhasil lolos dari jebakan offside lalu ia berhasil melepaskan tendangan keras. Bola berhasil diblok kiper PSPS namun kembali jatuh ke kaki Ramdani. Ia mengoperkannya ke Robertino namun bola hasil tendangan Robertino jusrtu melebar dari gawang.

Bambang Pamungkas akhirnya memperbesar keunggulan Persija pada menit 72. Rudi berhasil mengecoh dua pemain bertahan PSPS dengan mengirimkan sebuah umpan ke Bambang Pamungkas. Penyerang Persija ini langsung melepaskan tendangan keras ke arah pojok kanan gawang tanpa mampu dihalau sang kiper.

Pedro hampir saja menambah keunggulan Persija pada menit 89. Persija berhasil melakukan serangan balik hingga Pedro berhasil mendekati gawang PSPS. Sayang tendangannya terlalu lemah sehingga kiper PSPS berhasil menangkapnya dengan mudah.

Kedua tim terus saling menyerang hingga akhir pertandingan. Skor tetap tidak berubah 0-2 bagi keunggulan Persija.

PSPS Pekanbaru:
Fance Haryanto (GK), Agus Cima, Dedi Gusmawan, Park Chui Hyung, Ambrizal, Fajar Handika, Patrice Nzekou, Ali Khaddafi, Ade Suhendra, April Hadi, Dzumafo Herman (c)

Persija Jakarta:
Galih Sudaryono (GK), Leo Saputra, Precious Emeujeraye, Fabiano Beltrame, Ismed Sofyan, Robertino Pugliara, Amarzukih, Octavianus, Bambang Pamungkas (c), Ramdani Lestaluhu, Pedro Javier.

(Source: Bola.net)

Read More »
08.52 | 0 komentar

Mediasi PSSI dan KPSI Belum Pasti Kapan Digelar KONI

Mediasi PSSI dan KPSI Belum Pasti Kapan Digelar KONI
Mediasi antara Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia yang dijanjikan Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Tono Suratman hingga kini belum jelas kapan akan digelar.

"Mediasi kami masih menunggu informasi dari Pak Tono. Kami siap menjelaskan semuanya dalam mediasi nanti," kata Ketua Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia Tonny Aprilani saat dihubungi Tempo, Ahad, 15 Januari 2012.

Ketua KONI Tono Suratman saat berkunjung ke kantor PSSI, 5 Januari lalu, mengatakan pihaknya akan menggelar mediasi untuk mencari titik temu antara PSSI dan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia.

Tono saat itu mengaku butuh 4-5 hari untuk menggelar mediasi. Tapi, sampai saat ini, mediasi yang dinanti tak kunjung terealisasi. Padahal, sesuai permintaan FIFA, kisruh di PSSI harus sudah kelar Maret nanti.

Ketua Umum PSSI Djohar Arifin juga berharap mediasi bisa segera digelar. Ia berharap mediasi bisa melahirkan keputusan yang bisa mengakhiri kemelut yang selama ini terjadi. "Kami berpikir positif aja," katanya.

PSSI, Djohar melanjutkan, siap mematuhi hasil mediasi selama hasil tersebut tak menyalahi statuta. "Semua keputusan nanti harus tidak melanggar statuta, karena tidak boleh menyelesaikan ini dengan menabrak statuta," katanya.

(Source : Tempo.co)

Read More »
08.43 | 0 komentar

Inilah Sanksi PSSI Bagi Persipura

Inilah Sanksi PSSI Bagi Persipura
PSSI akhirnya benar-benar menjatuhkan sanksi kepada Persipura Jayapura terkait keputusan mereka bermain di kompetisi Indonesia Super League (ISL). Komisi Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi kepada "Mutiara Hitam" yakni turun ke Divisi Utama pada musim depan serta denda sebesar Rp 500 juta.

Menurut Wakil Ketua Komdis PSSI Catur Agus Saptono, hukuman terhadap tim Mutiara Hitam akibat Boaz Solossa dan kawan-kawan menolak bertanding melawan Arema Indonesia pada lanjutan Indonesian Premier League ada 26 November 2011. Persipura justru tampil di ISL melawan Persiba Balikpapan yang berlangsung di Jayapura pada 1 Desember 2011.

"Menghukum Persipura berupa diskualifikasi dari IPL musim 2011-2012 dan degradasi pada kompetisi musim 2012-2013. Mereka juga didenda sebar Rp 500 juta," jelas Catur.
Inilah Sanksi PSSI Bagi Persipura

Tidak hanya itu, Komdis juga melarang Persipura melakukan transfer pemain serta larangan melakukan aktivitas di dalam Transfer Macthing System (TMS). Meski begitu, Catur mempersilahkan PSSI melakukan banding ke Komisi Banding.

"Kesempatan banding diberikan waktu satu minggu setelah putusan dari Komdis diterima pihak yang bersangkutan," tuturnya.

(Source: Kompas.com)

Read More »
05.48 | 0 komentar

Vicenza Minati Alfin Tuasalamony

Vicenza Minati Alfin Tuasalamony
Klub Seri B Italia, Vicenza, dikabarkan tertarik dengan penampilan salah satu pemain Indonesia yang bermain bersama CS Vise, Alfin Tuasalamony. Kabarnya, perwakilan klub Italia itu akan datang ke Belgia untuk melihat langsung penampilan bek asal Maluku itu.

Kabar tertariknya Vicenza pada pemain kelahiran Maluku itu diungkapkan oleh CS Vise dalam akun Twitter resmi mereka, @CSVISEofficiel yang tertulis, "Klub Vicenza (divisi dua di Italia) tertarik pada @alfiran18. Perwakilan klub itu akan ada di Antwerp Sabtu malam."

@alfiran18 adalah akun Twitter resmi milik Alfin Ismail Tuasalamony, pemain asal Maluku yang sempat bermain bersama SAD Uruguay. Kini pemain yang berposisi sebagai bek kanan itu bermain bersama di CS Vise, klub divisi dua Belgia yang dipimpin oleh Aga Bakrie.

Vicenza Minati Alfin Tuasalamony
Sementara Vicenza adalah klub Italia yang kini berlaga di Serie B. Klub yang bermarkas di Stadion Romeo Menti itu sempat tampil di Serie A pada 1995 di bawah asuhan Francesco Guidolin. Bahkan mereka sukses memenangi Piala Italia pada 1997 setelah menang 3-1 atas Napoli di babak final.

CS Vise akan bertandang ke Stadion Bosuil, Antwerp, hari ini, Sabtu (14/1), untuk menghadapi Royal Antwerp di pertandingan divisi dua Belgia. Dan kabarnya di sana perwakilan Vicenza akan melihat secara langsung permainan salah satu pemain kebanggaan Indonesia itu.

(Source : Bolanews.com)

Read More »
05.36 | 0 komentar

PSSI Segera "Sidangkan" Persipura

PSSI Sidangkan Persipura
Habis sudah kesabaran Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam mengatasi masalah Persipura Jayapura. Komisi Disiplin PSSI akan melakukan sidang terkait pembelotan klub asal Papua tersebut ke Indonesia Super League.

Keputusan Komisi Disiplin PSSI (Komdis PSSI) nanti bisa menjadi ancaman sanksi bagi tim "Mutiara Hitam". Sejauh ini Komdis telah menjatuhkan denda dan degradasi ke divisi utama pada musim berikutnya kepada klub-klub yang "berselingkuh" ke ISL, yang dianggap sebagai kompetisi tak resmi oleh PSSI. Sejumlah klub yang dikenai denda karena pindah ke ISL yaitu Persidafon Dafonsoro, Persiwa Wamena, Persela Lamongan, Mitra Kukar, Persisam Samarinda, Persiba Balikpapan, PSPS Pekan Baru, Deltras Sidoarjo, Pelita Jaya, Sriwijaya FC, dan Persib Bandung.

"Besok akan disidang Komisi Disiplin. Keputusannya kemungkinan besok," kata Wakil Ketua Komisi Disiplin PSSI Catur Agus Saptono kepada wartawan di Kantor PSSI, Kamis (11/1/ 2011).

PSSI sebelumnya bersikap lunak terhadap Persipura. Mereka masih berusaha untuk membujuk tim asuhan Jacksen F Tiago untuk kembali ke Indonesian Premier League sebagai "rumah" bagi klub-klub elite Indonesia. Namun, setelah melakukan pendekatan intensif, Persipura bergeming dan tetap tampil di ISL. Klub itu pun dicoret dari pertarungan di level internasional sehingga Persipura batal mengikuti Liga Champions Asia musim ini.
(Sumber: Kompas.com)

Read More »
10.26 | 0 komentar

Komisi X DPR-RI Diklaim Dukung KPSI

KPSI Didukung Komisi IX DPR
Ketua Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI), Tonny Apriliani, mengklaim pihaknya mendapat dukungan dari seluruh anggota Komisi X DPR setelah melakukan audiensi di Gedung DPR/MPR, Kamis (12/1) siang.

KPSI menemui Komisi X DPR-RI hari ini untuk melakukan audiensi seputar kondisi sepak bola di Indonesia saat ini. KPSI yang dibentuk oleh Forum Pengprov PSSI (FPP) datang dan menceritakan duduk permasalahan yang terjadi dalam persepakbolaan Indonesia kepada para wakil rakyat.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua KPSI, Tonny Apriliani, dua anggota Komite Eksekutif pengusul Kongres Luar Biasa (KLB), La Nyalla Mattalitti dan Roberto Rouw, Ketua Pengprov PSSI DKI Jakarta, Hardi Hasan, dan beberapa perwakilan pengprov lainnya. KPSI disambut baik oleh anggota Komisi X DPR.

Tonny Apriliani mengungkapkan bahwa KPSI mendapatkan dukungan dari seluruh anggota Komisi X DPR setelah menceritakan latar belakang masalah hingga terbentuknya KPSI atas mandat dari 2/3 anggota PSSI yang menuntut diselenggarakannya KLB.

"Teman-teman anggota DPR sudah mendukung penuh. KPSI menyampaikan permasalahan kepada anggota Komisi X dan menjelaskan bahwa KPSI dibentuk oleh anggota PSSI. Kami pun menjelaskan bagaimana prosesnya. Kami mendapat support dari hampir seluruh anggota Komisi X DPR," ungkap Tonny saat ditemui wartawan, Kamis (12/1).

Tonny mengaku optimistis KPSI didukung oleh DPR karena pembentukan KPSI yang memang merupakan amanah dari mayoritas anggota PSSI. Selanjutnya, Tonny menegaskan bahwa KPSI akan tetap bekerja dengan konsisten.

"Pasti didukung! Dasarnya KPSI adalah amanah. Kami tetap konsisten bekerja dan percaya bahwa mandat itu tetap dimiliki oleh KPSI," ungkap Tonny.

(Sumber: bolanews.com)

Read More »
10.07 | 0 komentar

KPSI Tetap Akan Gelar KLB

Kisruh PSSI
Kendati PSSI menegaskan Kongres Luar Biasa (KLB) tak bisa digelar, Komite Penyelamat Sepak bola Indonesia (KPSI) tetal akan menggelar KLB sebagai komitmen terhadap 2/3 anggota PSSI yang menuntut diselenggarakannya KLB.

KPSI yang menilai bahwa proses verifikasi yang dilakukan PSSI terhadap berkas surat tuntutan KLB adalah kinerja yang paling buruk, menganggap pengumuman PSSI mengenai hasil verifikasi di Crown Hotel Jakarta, Selasa (10/1) tak akan mempengaruhi tekad mereka mengadakan KLB.

"Persiapan menuju Kongres masih berjalan sebagaimana mestinya," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPSI, Hinca Panjaitan, di kantor KPSI, Pintu IX Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Rabu (11/1) sore. "Kami menganggap hasil yang diumumkan itu tidak memutuskan apa pun dan tidak mengurangi apa pun mandat dari 2/3 anggota PSSI kepada kami," lanjutnya.

Hal senada juga ditegaskan oleh Ketua KPSI, Tonny Apriliani, yang menyatakan pihaknya akan tetap menjalankan amanah yang diberikan oleh mayoritas anggota PSSI dan akan membuat bahan kajiannya dalam Kongres Tahunan yang akan dilakukan di Bandung 21 Januari mendatang.

"Sesuai dengan apa yang diamanahkan kepada kami, tetap KPSI akan bekerja sesuai dengan yang dirancangkan. Kami tetap akan membuat kajian-kajian yang akan dibahas dan disahkan dalam Kongres Tahunan di Bandung," ungkap Tonny di tempat yang sama.

(http://www.bolanews.com/liga/liga-indonesia/40305-KPSI-Tetap-Akan-Jalankan-Amanah.html)

Read More »
09.30 | 0 komentar

PSSI Umumkan Daftar 25 Pemain Timnas U-21

PSSI melalui Koordinator Tim Nasional Indonesia, Bob Hippy hari Rabu kemarin (11/1) telah mengumumkan 25 nama pemain timnas U-21 yang akan mengikuti TC yang diproyeksikan untuk mengikuti kejuaraan Hassanal Bolkiah Trophy di Brunei Darussalam yang akan diselenggarakan pada 25 Februari sampai 5 Maret mendatang. Dari 25 pemain yang akan mengikuti pemusatan latihan tersebut akan diseleksi lagi hingga terpilih 18 pemain yang akan dikirim ke Brunei Darussalam.

Berikut ini adalah daftar 25 pemain yang terpilih untuk mengikuti pemusatan latihan timnas U-21:

Penjaga Gawang:
  • Aji Saka (Arema Indonesia /Kiper)
  • Muhammad Ridwan (Bontang FC/Kiper)
  • Hidayat Berutu (Persikad/Kiper)

Pemain Belakang:
  • Anugerah Agung Rosyam (PSM Makassar/Bek)
  • Samsul Arifin (PON Jatim/Bek)4 Ganjar Mukti (Diklat Ragunan/Bek)
  • Syaiful Indra Cahya (Persija Jakarta/Bek)
  • Achmad Faris Ardiansyah (Gresik United/Stoper)
  • Achmad Hisyam (PSM Makassar/Stoper)
  • Nurmufid Fastabiqul Khoirut (Persebaya Surabaya/Stoper)
  • Nova (Bali De Vata/Stoper)

Pemain Tengah:
  • Muhammad Guntur Triaji (Persiraja Banda Aceh/Tengah)
  • Ryan Putra Maylandu (Persidikap Kediri/Tengah)
  • Ridwan Awaludin (Bali De Vata/Tengah)12 Fadly M (PSM Makassar/Tengah)
  • Anggia Tofano (Semen Padang/Tengah)
  • Kurniawan (PSM Makassar/Tengah)
  • Abdul Kamil Sembiring (PSMS Medan/Tengah)
  • Rully Imanda (Diklat Ragunan/Tengah)
  • Abdul Gani Pelupessy (Persikabo/Tengah)

Pemain Depan:
  • M. Andik Vermansyah (Persebaya Surabaya/Depan)
  • Husin J. Rahaningmas (Persemalra Tual/Depan)
  • I Made Dwi Arya Dana (PSM Makassar/Depan)
  • Miko Ardiyanto (Persebaya Surabaya/Depan)
  • Yosua Pahabol (Semen Padang/Depan)

Read More »
08.53 | 0 komentar