Diancam Sanksi, RD Pilih Jalan Terus


Diancam Sanksi, RD Pilih Jalan Terus
Tak hanya pemain, pelatih yang terlibat di ISL (Indonesia Super League), kompetisi yang dianggap ilegal oleh PSSI, juga terancam kena sanksi. Sama halnya seperti pemain, seorang pelatih yang meramu taktik di ISL kemungkinan besar tidak diperkenankan untuk meramu taktik atau terlibat di tim nasional.

Hal ini tentu seperti ancaman bagi pelatih-pelatih lokal yang kini menangani klub di ISL, termasuk RD, sapaan akrab Rahmad Darmawan, yang memang bercita-cita melatih timnas senior dikemudian hari. Namun, RD sendiri mengaku tak khawatir. Apapun sanksinya, pelatih asal Lampung itu tetap akan mengarungi ISL bersama Pelita Jaya, klub barunya.

"Saya tidak pernah melihat di mana saya melatih. Apakah di ISL atau IPL. Yang terpenting adalah saya bisa melatih lagi. Saya sangat senang," terang RD saat jumpa pers di Apartemen Cilandak, Jakarta, Kamis (19/1).

"Saya hanya ingat dulu, PSSI memang pernah menyatakan kalau mereka akan menghukum perangkat pertandingan saja. Bukan pemain, juga pelatih. Itu yang saya pegang. Tapi, jika saya tetap diskorsing, saya akan menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Biar Tuhan yang mengampuni," tutup RD seraya tertawa.

Melatih bagi RD memang sudah menjadi kebiasaan. Betapa tidak? Karena sebagian hidupnya dihabiskan untuk meramu taktik di sebuah tim. Sebelum ke Pelita, pelatih berusia 46 tahun itu sempat melatih beberapa tim kuat, seperti Persipura, Persija, dan Sriwijaya, juga timnas U-23, yang dibawanya meraih perak di SEA Games XXVI, beberapa waktu lalu.

Kini, RD pun akhirnya menyandarkan karier kepelatihannya di Pelita Jaya. Ia resmi dikontrak The Young Guns untuk masa bakti selama dua tahun. Dengan kesepakatan itu, RD berharap kesempatan untuk mengeyam pengalaman melatih di luar negeri terbuka untuknya.

(Source; Bolanews.com)
Share this article now on :