Pemain Liga Super Kebingungan


Pemain Liga Super Kebingungan
Para pemain sepak bola yang kini membela klub di Liga Super Indonesia tengah dilanda kebingungan. Pasalnya liga itu tidak diakui federasi, yaitu Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI). Menurut Ketua Asosiasi Pemain Profesional Indonesia Valentino Simanjuntak, meski kontrak personal dilakukan dengan klub, semua administrasi harus lewat federasi.

"Jadi, jika ada masalah, bingung mau lapor ke mana karena PSSI tidak mengakui," kata Valentino, Selasa, 17 Januari 2012. Dia menambahkan, masalah kebingungan inilah yang menjadi salah satu pendorong Diego Michiels pindah klub dari Pelita Jaya yang bermain di ISL ke Persija yang bermain di Indonesian Premier League. "Wajar, Diego kan ke Indonesia ingin menjadi pemain timnas," katanya.

FIFPro selaku organisasi yang menaungi APPI, terang Valentino, juga telah menyampaikan kekhawatiran itu kepada APPI. "Jadi, dalam pekan ini, kami diberi tenggat oleh FIFPro untuk menyetorkan semua pemain profesional Indonesia, baik yang bermain di IPL atau Liga Super. Mereka kemudian akan membawanya ke FIFA dan AFC," ujar Valentino menambahkan.

Oleh karena itu, asosiasi berharap rekonsiliasi terkait adanya kompetisi yang digelar di luar federasi bisa segera diselesaikan.

Seperti diketahui, PT Liga Indonesia yang sudah dicabut mandatnya oleh PSSI tetap menggelar Liga Super. PSSI telah menjatuhkan sanksi terhadap klub-klub yang tetap bermain di liga tersebut. Para pemainnya pun tak bisa lagi memperkuat tim nasional. Sebab, berdasarkan Statuta FIFA, terdapat larangan bagi pemain yang bermain di luar federasi untuk memperkuat tim nasional.

(Source: Tempo.co)
Share this article now on :