Pemain Semen Padang Terancam Dilaporkan ke Polisi


Pemain Semen Padang Terancam Dilaporkan ke Polisi
Tindakan pemain Semen Padang yang melakukan perusakan terhadap fasilitas stadion berbuntut panjang. Pihak manajemen dan panitia pelaksana (panpel) berencana melaporkan tindakan tersebut ke pihak kepolisian.

Pemain Semen Padang merusak pintu ruangan panitia yang berdekatan dengan ruang ganti pemain. Salah seorang pemain Semen Padang saat hendak masuk ke ruang ganti melayangkan tendangan ke pintu sehingga pintu ruangan panpel tersebut jebol.

Genaral Manager (GM) Klub PSM Husain Abdullah mengatakan, pihaknya telah meminta ke panpel untuk melaporkan tindakan pemain Semen Padang tersebut ke pihak kepolisian. Menurutnya, tindakan ini lebih mengarah kepada tindakan kriminal karena melakukan perusakan fasilitas stadion.

“Saya sudah minta ke panpel untuk melaporkan saja tindakan tersebut kepada pihak kepolisian. Ini sudah mengarah ke kriminal karena melakukan perusakan. Sekarang bukan lagi saatnya pemain anarkis dalam sepakbola,” ungkap Husain.

Local Coordinator Officer (LCO) PSM Zakir Sabara menyayangkan tindakan pemain tersebut. Menurutnya, jika manajemen telah memberikan lampu hijau, pihaknya akan melaporkan masalah ini ke pihak kepolisian karena merupakan tindakan kriminal.
“Kalau manajemen sudah mengizinkan saya akan melaporkan masalah ini ke pihak kepolisian. Tindakan ini tidak bisa dibenarkan sama sekali, mereka merusak fasilitas stadion,” katanya.
Selain perusakan tersebut, pemain striker Semen Padang David Pagbe juga sempat memprovokasi pemain sesaat sebelum meninggalkan lapangan usai laga. Hal ini menimbulkan reaksi dari penonton dengan melempari para pemain Semen Padang dengan botol minuman.

Stopper Semen Padang David Pagbe mengaku tersinggung dengan penonton karena adanya penononton yang meneriaki dirinya dan menyinggung soal rasis. Hal ini diakui oleh Pelatih Semen Padang Ni Maizar saat konfrensi pers usai pertandingan. Nil mengatakan tindakan spontan Pagbe karena dirinya disinggung masalah rasisme. “Saat saya tanya Pagbe, dia mengaku tersinggung karena diteriaki penonton dan menyinggung rasisme,“ kata Nil.

Beberapa tindakan dari Semen Padang tersebut memungkinkan adanya sanksi yang diberikan oleh PSSI. Namun, Manager Semen Padang Asdian menyerahkan hal tersebut kepada pihak PSSI. Menurutnya, pihak PSSI yang akan menilai apakah tindakan ini layak diberi sanksi atau tidak.

“PSSI pasti akan ada tim untuk menilai ini, tapi kami serahkan saja sepenuhnya ke PSSI yang akan melihat apakah ada yang salah dengan pertandingan malam melawan PSM lalu,” ungkapnya.

Pertandingan lanjutan Indonesia Primer League (IPL) yang mempertemukan PSM dan Semen Padang di Stadion Andi Mattalatta Minggu malam lalu memang berlangsung panas. Bahkan, pertandingan sempat tertunda 10 menit akibat protes keras pemain Semen Padang terhadap wasit yang memberi kartu merah kepada penjaga gawang Semen Padang.

Ketegangan antar pemain pun beberapa kali dipertunjukkan antara kedua klub ini. Imbasnya, pemain Semen Padang melakukan perusakan stadion dan membuat panpel berencana melaporkan masalah tersebut ke pihak kepolisian.

(source : okezone.com)
Share this article now on :