PSSI Akan Bahas Kelanjutan Liga Super Indonesia


Liga Super Indonesia
Kisruh sepakbola nasiona yang ditandai dengan adanya dualisme kompetisi sepakbola profesional belum ditemukan pemecahan masalahnya. Solusi dari polemik penyelenggaraan Liga Super Indonesia dan Liga Primer Indonesia akan diupayakan PSSI pada 17 Februari mendatang.

Dikutip dari situs resmi PSSI, Djohar Arifin mengungkapkan bahwa sejak semula, PSSI selalu berupaya mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan dualisme kompetisi tersebut. Namun, PSSI belum menentukan mekanismenya yang tepat. Hanya saja, pada prinsipnya, pengelolaan kompetisi nantinya tetap harus di bawah kendali PSSI atau PT LPIS. Karena, pemegang saham mayoritas adalah PSSI.

Lain denganpernyataan Saleh Mukadar yang menyatakan bahwa adalah hal yang gampang untuk menyatukan Liga Super Indonesia dengan LPI, Djohar Arifin justru menyatakan bahwa bukan perkara mudah untuk menggabungkan dua pelaksana kompetisi menjadi satu. Oleh karena itu, menurut Djohar Arifin persoalan tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam Rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI pada 17 Februari mendatang.

"Dengan mengedepankan asas kebersamaan, PSSI juga terus berupaya mencari solusi. PSSI terbuka kepada semua pihak yang dapat memberikan pemikiran-pemikiran akan penyelesaian hal tersebut." (Djohar Arifin)

Munculnya penggabungan pelaksana kompetisi Liga Super Indonesia denga Liga Primer Indonesia merupakan ide dari Menpora, Andi Mallarangeng. Semula, Andi meminta agar PSSI mengakui adanya kompetisi Liga Super Indonesia dan Divisi Utama yang diputar PT Liga Indonesia.
Share this article now on :