Djohar Arifin Optimistis Raup Rp 1,3 Triliun dari Hak Siar


Ketua umum PSSI Djohar Arifin Husin optimistis bisa mendapatkan pemasukan Rp 1,3 triliun dari hak siar selama empat tahun ke depan.

Ketua umum tampil sebagai salah satu pembicara dalam acara seminar manajemen sepak bola bersama CEO Inter Milan, Ernesto Paolillo, di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Selasa (31/1/12). Djohar menjelaskan beberapa hal, diantaranya seputar aspek profesionalisme sebuah klub.

"Kelimanya adalah badan hukum (legalitas), infrastruktur, finansial, personal dan administrasi, serta sporting. Indonesia sendiri baru mau belajar. AFC sudah meminta klub untuk menjadi profesional sejak 2008," ujar Djohar.

Mantan pemain PSMS Medan itu mengungkapkan bahwa saat ini masih banyak klub di Indonesia yang belum profesional, sehingga mudah dimanfaatkan pihak-pihak tertentu dengan iming-iming dana. Hal ini dinilainya sebagai pemicu kisruh PSSI yang belum juga mampu ia selesaikan hingga kini.

"Beberapa klub di Indonesia tidak siap untuk profesional. Mereka tak bisa lepas dari APBD. Saat lepas dari APBD, mereka justru ‘menyusu’ kepada pihak lain," ungkapnya.

Ada banyak celah bagi klub untuk mendapatkan dana secara benar. Selain dari sponsor, klub juga bisa mendapatkan pemasukan lewat hak siar.

"Di Indonesia, hak siar sangat rendah. Di Malaysia, mereka mendapatkan Rp 72 miliar dari hak siar. Kita berusaha agar bisa mendapat Rp 1,3 triliun dalam 4 tahun. Dana ini diharapkan bisa membantu klub," terang sang ketua umum.

Saat ini, kompetisi resmi PSSI Indonesian Premier League (IPL) kabarnya telah mengikat kontrak dengan MNCTV sebesar Rp 100 miliar per musim, yang akan bertambah setiap musimnya.

PSSI juga sempat menandatangani MoU dengan salah satu stasiun televisi Malaysia untuk menayangkan IPL, namun kelanjutannya belum diketahui hingga saat ini.

(source: inilah.com)
Share this article now on :