PSSI dan Limbong Bantah Mengancam Diego Michiels


Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI dan Penanggungjawab Timnas Bernhard Limbong membantah pernyataan manajer Pelita Jaya Lalu Mara Satriawangsa yang mengatakan bahwa dirinya mengancam dan menekan Diego Michiels untuk keluar dari klub yang berkiprah di kompetisi Superliga Indonesia tersebut.
"Tidak ada itu. Saya tidak pernah menelepon, ataupun mengajak mereka seperti yang diberitakan. Apalagi memanggil siapa itu, Diego, atau pemain lainnya. Saya memang penanggungjawab timnas. Tapi saya hanya berhubungan dengan pelatih, tidak sampai terlalu jauh ke pemain. Janganlah membuat fitnah seperti itu. Coba saja tanyakan pemainnya langsung jika tidak percaya." (Bernhard Limbong)
Sebelumnya banyak diberitakan media massa tentang pernyataan Manajer Pelita Jaya FC, Lalu Mara Satriawangsa yang mengatakan persoalan pengunduran diri salah seorang pemainnya, Diego Michiels terjadi akibat adanya desakan dan ancaman dari PSSI. Menurutnya, tak hanya Diego, sejumlah pemain naturalisasi lainnya yang kini berstatus pemain Pelita Jaya, juga tak luput dari ancaman PSSI.
"Saya baru saja dilaporkan oleh pak Iman Arief, bahwa semua pemain Pelita Jaya dipanggil, dan diancam melalui telepon oleh Bernard Limbong. Yang datang memenuhi panggilan PSSI itu memang hanya Diego. Dia sendiri tak tahu maksud pemanggilan tersebut."(Lalu Mara Satriawangsa)
Bantahan terhadap pernyataan Manajer Pelita Jaya FC juga datang dari PSSI, Farid Rahman sebagai Wakil Ketua Umum PSSI menegaskan bahwa PSSI tidak pernah mengancam dan menekan pemain manapun untuk keluar dari Super Liga Indonesia (ISL) termasuk terhadap klub Pelita Jaya.
"Kami tidak pernah menekan ataupun mengancam pemain atau siapapun seperti itu. Saya sudah tanyakan persoalan ini pada Pak (Bernhard) Limbong dan lainnya. Mereka juga bilang tidak pernah ada upaya seperti itu." (Farid Rahman)
Mengomentari bantahan Bernhard Limbong dan Wakil Ketua Umum PSSI, Lalu Mara menanggapinya dengan santai. Ia menyatakan menghargai bantahan Bernhard Limbong karena dia memang berhak untuk mengeluarkan bantahan, tetapi dia akan tetap membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.
Share this article now on :