Liga Prima Indonesia Kisruh.. 14 Tim Siap Gelar Liga Tandingan


Liga Prima Indonesia
Carut marut pelaksanaan Liga Prima Indonesia semakin menjadi-jadi saja, belum selesai satu masalah sudah timbul masalah lain. Masalah jadwal Liga Prima Indonesia yang diprotes hampir oleh seluruh calon peserta kompetisi belum kelar, kini masalah yang lebih berat muncul.

Masalah baru timbul dimana sejumlah klub Liga Indonesia menolak PT Liga Prima Indonesia Sportindo menjadi pengelola kompetisi Liga Indonesia musim depan. Ingin agar pengelolaan tersebut dikembalikan ke PT Liga Indonesia, ancaman menggelar liga tandingan pun muncul.

Tim-tim yang mengancam mundur tersebut adalah Persiba, Persipura, Persidafon, Persiwa, Persela, PSPS, Pelita Jaya, Semen Padang, Deltras, Mitra Kukar, Sriwijaya, Arema dan Persisam. Persib, yang absen karena tidak mendapat undangan meeting dari PSSI, menjadi tim ke-14.

Kepada wartawan mereka membagi-bagikan selembar kertas hasil fotokopian yang berisi empat poin pernyataan tertulis. Lembar kertas itu sendiri juga berisikan tanda tangan perwakilan klub-klub tersebut di halaman sebaliknya. Di bawah ini adalah pernyataan lengkap klub-klub tersebut:

Memperhatikan perjalanan rapat yang tidak sesuai dengan keinginan peserta serta keinginan PSSI yang diwakili oleh Wakil Ketua Umum Farid Rahman dan Exco Sihar Sitorus tidak sesuai dengan statuta. Maka dengan ini kami telah sepaham bahwa:

1. Kami tetap konsisten untuk melanjutkan kompetisi Liga Super Indonesia yang akan dikelola oleh PT Liga Indonesia sesuai dengan amanat dan ketetapan Kongres II PSSI tahun 2011 di Bali.

2. Kami menerima penyerahan hibah saham dari PT Liga Indonesia yang diwakili oleh sdr. Djoko Driyono kepada klub-klub Liga Super Indonesia sejumlah 99% kepada klub-klub dan 1% kepada PSSI, sesuai dengan amanat kongres II PSSI tahun 2011 di Bali.

3. Maka dengan ini kami menerima kepemilikan saham yang kemudian kami tindaklanjuti dengan membentuk dan meneruskan PT Liga Indonesia sampai dengan dijadwalkan kompetisi Liga Super Indonesia 2011-2012.

4. Demikian surat kesepahaman ini kami sepakati bersama tanpa tekanan dari pihak manapun.

Menanggapi adanya klub yang kontra Liga Prima Indonesia, kubu Pro LPI pun tidak tinggal diam. Sebanyak 10 klub menyatakan kesanggupannya untuk mulai berkompetisi di bawah bendera Liga Primer Indonesia.

CEO Persiraja Banda Aceh Ari Wibowo sebagai juru bicara Kelompok 10 mengatakan, pihaknya meminta kompetisi Liga Prima Indonesia (IPL) tetap digelar pada 15 Oktober, sekalipun banyak urusan legalitas yang belum dilakukan PT Liga Prima Indonesia Sportindo. Selain itu, Kelompok 10 juga menerima kebijakan PT Liga Prima sebagai pengelola liga yang akan membagi revenue sharing (kompensasi komersial) kepada klub-klub peserta masing-masing sebesar 2 Milyar.

Kelompok 10 terdiri dari klub-klub yang memberikan dukungan kepada PT Liga Prima dalam menggulirkan kompetisi, yakni Persiraja, PSMS Medan, Persibo Bojonegoro, Persija Jakarta, PSM Makassar, Arema Indonesia, Persema Malang, Persiba Bantul, Persijap Jepara, dan Persebaya Surabaya.

Dengan adanya kisruh ini, tentu saja pelaksanaan kick-off pertama Liga Indonesia yang direncakan akan dilakukan pada tanggal 15 Oktober terancam batal. Kita tunggu saja bagaimana perkembangan kisruh ini selanjutnya.. Sebelum menyaksikan pertandingan sepakbola yang sebenarnya, untuk sementara kita nikmati saja pertandingan antar kedua belah pihak yang bersebrangan... (Seru kayaknya neh... )
Share this article now on :