La Nyalla Yakin Taskforce AFC Masih Pelajari Laporan KLB


Kisruh PSSI
Terkait dengan sikap FIFA terhadap kisruh yang terjadi sepakbola Indonesia, kubu PSSI Djohar Arifin mengklaim, FIFA memandang konflik di persepakbolaan tanah air hanyalah sebatas dualisme kompetisi, bukan dualisme kepengurusan, karena itulah Djohar Arifin mengaku dia tak perlu cemas dengan legalitas kepengurusannya.

Namun tidak demikian halnya dengan kubu PSSI-La Nyalla, dirinya mengklaim bahwa Federasi Sepakbola Asia (AFC) dan FIFA mengakui bahwa permasalahan di tubuh PSSI adalah bukan sekedar dualisme kompetisi, tetapi juga menyangkut dualisme kepengurusan.

Salah satu yang membuat kubu La Nyalla meyakini hal tersebut adalah sikap tim Taskforce AFC yang sampai detik ini belum menyampaikan undangan untuk pertemuan lanjutan membahas dualisme kepengurusan dan kompetisi di Indonesia. Pertemuan pertama sudah digelar 24 April lalu dan hingga kini dua kubu PSSI yang berseteru mengaku belum mendapat undangan untuk pertemuan lanjutan.

La Nyalla sangat yakin penyebabnya adalah karena pihak AFC masih membahas hasil Kongres Luar Biasa PSSI di Ancol yang telah memilih dirinya sebagai Ketua Umum PSSI dan mendelegitimasi kepengurusan PSSI versi Djohar Arifin.

Keyakinannya tersebut diungkapkan kepada kepada INILAH.COM, Selasa (15/5/2012). "Harusnya pertengahan bulan ini tapi sampai sekarang belum ada undangan. Saya yakin mereka masih mempelajari laporan dari kita tentang hasil KLB itu."

(Sumber: Inilah.com)
Share this article now on :