Satgas AFC Undang PSSI dan KPSI ke Kuala Lumpur


Kisruh PSSI
Satgas (Satuan Tugas) yang dibentuk oleh Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dalam upayanya membantu menyelesaikan konflik berkepanjangan dualisme yang terjadi di persepakbolaan nasional, akhirnya batal datang ke Indonesia. Karena itulah Satgas AFC ini meminta agar Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk hadir ke markasnya, di Kuala Lumpur (KL), Malaysia, Selasa (24/4).

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Tri Goestoro mengatakan bahwa maksud dan tujuan dari pertemuan tersebut adalah untuk membahas masalah dualisme kompetisi dan organisasi yang terjadi. Namun, Tri belum bisa memastikan mengenai adanya pembahasan verifikasi dokumen.

Selain mengundang PSSI, Satgas AFC juga mengundang La Nyalla Mahmud Mattalitti dan dan kawan-kawan yang mengklaim sebagai pengurus baru PSSI. Mereka terpilih dalam Kongres Luar Biasa (KLB) yang diselenggarakan oleh Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) di Hotel, Mercure, Ancol, Minggu (18/3).

Surat undangan dari Satgas AFC untuk PSSI versi KPSI sudah diterima oleh Sekjen PSSI-KPSI Joko Driyono yang juga CEO PT Liga Indonesia. Pihak PSSI-KPSI sendiri sudah menentukan siapa yang akan berangkat ke Kuala Lumpur, yakni Joko Driyono dan Hinca Pandjaitan. Sementara itu, wakil dari PSSI Djohar Arifin adalah Tri Goestoro dan Wakil Ketua Umum PSSI, Farid Rahman.

Tri Goestoro berharap, pertemuan dengan Satgas AFC tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengakhiri kisruh yang terjadi agar dapat fokus menjalankan program-program kerja dan pembinaan.

Satgas AFC ini terbentuk atas inisiatif AFC kepada FIFA usai rapat Komite Eksekutif AFC pada 23 Maret dan tertuang dalam surat Sekjen AFC Alex Soosay kepada Sekjen FIFA Jerome Valcke pada 26 Maret lalu, dimanan para anggotanya adalah Anggota Komite Eksekutif FIFA dan AFC Dato’ Worawi Makudi, Wakil Presiden AFC HRH Prince Abdullah Ibni Sultan Ahmad Shah, Sekjen AFC Dato’ Alex Soosay serta Kepala Asosiasi Anggota dan Hubungan Internasional AFC James Johnson.
Share this article now on :