PSSI Didemo Ratusan Persipura Mania


PSSI
Terkait dengan gagalnya Persipura Jayapura bertanding di ajang Liga Champion Asia, ratusan pendukung Klub Persipura Jayapura mendatangi Kantor PSSI di Gelora Bung Karno Jakarta, Kamis (08/12), menuntut penjelasan mengenai hal tersebut. Mereka datang dengan menggunakan kendaraan bus kota dan setibanya di Kantor PSSI beberapa simpatisan langsung menggelar orasi serta membentangkan poster-poster yang berisikan tuntutan mereka.

Presiden Ogut Persipura Mania (OPM) Jakarta, Chakino Rossiry mengatakan bahwa mereka menuntut PSSI untuk menjelaskan kenapa sampai Persipura tidak bisa turun di LCA padahal Persipura bertanding di luar negeri membawa nama Indonesia, bukan yang lain.

Presiden Ogut Persipura Mania (OPM) Jakarta tersebut mengaku, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui apa alasan dari PSSI sehingga membuat Persipura tidak bisa turun di level tertinggi di Asia. Massa yang datang dari wilayah Jakarta akan terus menuntut jawaban dari PSSI.

Selain menuntut penjelasan terkait gagalnya Persipura berlaga di Liga Champions Asia, Aliansi Rakyat Papua ini juga menyerukan TRITURA (Tri Tuntutan Persipura) yaitu:

  • Pertama,  mendesak kepada Djohar Arifin, Bernhard Limbong, Sihar Sitorus, Saleh Mukadar, Usman Fakaubun dan Widjajanto untuk segera menyatakan permohonan maaf kepada Rakyat Papua.
  • Kedua, mendesak kepada Djohar Arifin, Bernhard Limbong, Sihar Sitorus, Saleh Mukadar, Usman Fakaubun dan Wijdjajanto untuk segera mengundurkan diri dari PSSI dan seluruh kegiatan persepakbolaan Indonesia dalam waktu 3X24 jam.
  • Dan ketiga, menyerukan kepada anggota PSSI: Pengprov PSS se Indonesia, klub-klub peserta Indonesia Super League (ISL), Divisi Utama, Divisi I hingga III bersama-sama menyelamatkan PSSI yang kita cintai dengan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI dam waktu sesingkat-singkatnya.

Chakino Rossiry mengatakan bahwa mereka akan terus melakukan aksi hingga mendapatkan jawaban dari PSSI. Menurutnya selain berdontstrasi di depan kantor PSSI Selain, mereka juga akan melakukan aksi ke Kemenpora, DPR maupun ke Istana Presiden.
Share this article now on :