Dan Pertempuran Pun Akan Segera Berkobar....


Kisruh PSSI
Kisruh sepakbola Indonesia kini memasuki babak baru, kalau sebelumnya pihak-pihak yang kontra PSSI cuma melontarkan kritikan, kini mereka mengambil langkah lebih nyata. Jujur saja, sebenarnya penulis berharap ada penyelesaian yang elegan antar mereka yang berselisih... namun kini sepertinya penyelesaian lebih ke arah adu "kekuatan".

Kalau diibaratkan peperangan, keputusan komdis PSSI yang menjatuhkan sanksi kepada beberapa pihak yang "dianggap" bersalah adalah ibarat melepaskan tembakan ke arah lawan. Dan kini 'tembakan" tersebut mendapat reaksi dari "kubu lawan". Walaupun belum memberikan "tembakan balasan" namun mereka telah melakukan "manuver" untuk membalas atau bahkan untuk memenangkan "peperangan". Dan rasanya "pertempuran" terbuka pun akan segera berkobar...

Dalam pertempuran bukan hanya pihak-pihak yang berperang yang menderita kerugian atau menjadi korban, tapi medan tempat bertempur dan semua hal sekitar pertempuran pun menjadi korban. Dalam "pertempuran" di sepakbola Indonesia sudah terbukti korban sudah berjatuhan, yaitu sepakbola Indonesia itu sendiri, para pemain dan bahkan pelatih.

FPP  siap menggelar Rapat Akbar Sepakbola Nasional

Sebagai reaksi dari "tembakan" yang dilepaskan PSSI, Forum Pengprov PSSI (FPP) siap menggelar Rapat Akbar Sepakbola Nasional di Jakarta dengan misi untuk menyelamatkan PSSI dari cengkeraman kelompok tertentu dan membawa PSSI ke arah lebih baik dan tunduk kepada Statuta FIFA.

Menurut ketua FPP Dwi Irianto, FPP siap menggelar Rapat Akbar Sepakbola Nasional pada 18 Desember mendatang. Sebanyak 29 Pengprov akan ke Jakarta untuk menyatakan keprihatinan atas kondisi PSSI saat ini. Rapat Akbar Sepak Bola Nasional tersebut dipersiapkan oleh sebuah tim kecil yang beranggotakan sembilan Pengprov PSSI, lima lainnya adalah ketua-ketua Pengprov DKI Jakarta, Sumbar, Sultra, Jabar dan Kalsel.

Dwi Irianto mengatakan bahwa nantinya 29 Pengprov akan ke PSSI untuk menyampaikan keprihatinan dan bilamana perlu Forum Pengprov PSSI (FPP) akan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) dengan mengundang lebih dari 580 anggota PSSI. Dikatakannya, sejak dua minggu lalu pihaknya sudah berupaya menemui Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin untuk mengingatkan agar kembali ke jalan yang benar setelah banyak mengeluarkan keputusan yang melanggar Statuta dan menyalahi hasil Kongres di Bali pada Januari 2010 lalu.

Apapun nanti yang akan dilakukan kubu pro PSSI dan kontra PSSI, penulis cuma bisa berharap agar "peperangan" ini cepat berakhir. Adalah impian penulis "peperangan" ini berakhir dengan damai dan "happy ending" untuk semua pihak, tapi andai "peperangan" ini diselesaikan dengan pertempuran terbuka semoga saja yang keluar sebagai pemenang bisa membawa sepakbola Indonesia ke arah yang lebih baik.
Share this article now on :