Pemecatan Alfred Riedl Menuai Pro dan Kontra


Belum lama terpilih menjadi ketum PSSI, keputusan Djohar Arifin memecat Alfred Riedl menuai pro kontra berbagai lapisan masyarakat mulai  dari orang awam, pengamat sepakbola maupun dari pemain sepakbola itu sendiri.
Alfred Riedl

Adalah hak dari PSSI untuk memecat maupun memilih seorang pelatih, namun rasanya pemecatan Alfred Riedl di saat sekarang waktunya kurang tepat. Betapa tidak di saat timnas persiapannya sangat mepet dalam menghadapi PPD 2014, pelatih yang telah menyatu dengan tim malahan diganti oleh pelatih baru. Sedangkan pelatih dan pemain butuh waktu untuk dapat saling memahami masing-masing karakter.

Kenapa tidak menunda pergantian ini dan dilakukan setelah pertandingan melawan Turkmenistan. Atau bila penyebabnya ketidakjelasan kontrak, kenapa Alfred Riedl tidak disodori kontrak baru?? Pertanyaan-pertanyaan ini muncul di benak masyarakat.. Coba tengok di jejaring sosial twitter atau facebook, komen negatif berseliweran atas kasus pemecatan Alfred Riedl ini. Masyarakat sudah terlanjur menyukai Alfred Riedl karena walaupun gagal membawa Indonesia menjadi juara AFF tapi telah memberi sentuhan yang positif bagi timnas.

Bukan hanya masyarakat awam yang menyayangkan pemecatan Alfred Riedl ini, para pengamat juga banyak yang menyayangkan hal ini seperti sering kita baca di koran-koran, internet, media online maupun  di televisi. Bahkan pemain pun  ada yang mengemukakan kekecewaannya atas pergantian pelatih ini, walaupun sebagai pemain profesional dia siap dilatih oleh siapapun juga.

Diantara sikap kontra ada juga pihak yang mendukung keputusan PSSI ini, karena bagaimanapun juga PSSI lah yang berhak mengurus persepakbolaan Indonesia termasuk dalam hal ini adalah  pergantian pelatih Alfred Riedl oleh Wim Rijsbergen, dan setiap keputusan yang telah diambil PSSI  akan dipertanggungjawabkan di kemudian hari.

Begitulah kira-kira respon masyarakat terhadap pemecatan Alfred Riedl, adalah yang wajar timbul pro dan kontra di masyarakat yang menganut demokrasi. Namun  hendaknya semua pendapat itu disampaikan dengan cara yang benar dan beretika, tidak merasa paling benar apalagi memaksakan keinginan. Biarkanlah waktu membuktikan bagaimana kinerja PSSI di bawah ketum yang baru. Apakah menjadi lebih baik, sama saja atau lebih buruk dari masa kepengurusan saja. Semoga saja kepengurusan PSSI yang baru ini memberikan hasil yang terbaik... Nah, bagaimana menurut Anda?
Share this article now on :