Liga Super Indonesia (SLI) Merger Dengan LPI?


Liga Super Indonesia
(gbr dari lensaindonesia.com)
Setelah kisruh pemilihan ketum PSSI dapat di atasi dengan terpilihnya ketum PSSI yang baru Djohar Arifin, kini masalah yang dihadapi adalah menentukan format untk Liga Super Indonesia (SLI) musim kompetisi 2011/2012. Jangankan jadwal kompetisi, kepastian kapan kompetisi sepakbola Liga Super Indonesia (LSI) musim depan akan digelarpun masih belum jelas. Pengurus PSSI masih mempelajari sejumlah format untuk digunakan pada kompetisi musim 2011/2012.

Sebenarnya, kerancauan ini terkait dengan diakuinya kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) di bawah supervisi PSSI. Sehingga muncul wacana penggabungan LSI-LPI di kompetisi musim depan. Tentu saja wacana ini menimbulkan pro kontra dari sejumlah klub Liga Super Indonesia (ISL), ada yang mendukung... ada juga yang menolak.

Dalam rangka mencari solusi untuk memecahkan masalah LPI, PSSI rencananya akan berkonsultasi dengan AFC sekaligus mengadakan pertemuan dengan seluruh klub sepakbola profesional yang bermain di Liga Super Indonesia (LSI), Divisi Utama dan LPI pada 25 Juli mendatang.

Penggabungan LPI dengan Liga Super Indonesia (LSI) menghadapi berbagai kendala, diantaranya adalah terkait struktur kompetisi Profesional PSSI yang telah terbentuk dengan sistem berjenjang. Sehingga klub LPI sulit untuk langsung melebur ke LSI. Sedangkan untuk menuju kompetisi LSI, klub-klub Indonesia harus memulai dari kelas amatir di Divisi 3, 2, 1 dan berlanjut ke profesional di Divisi Utama. Selain itu kendala lainnya adalah menyangkut aspek status para pemain asing yang berlaga di LPI yang belum mengantongi ITC (International Transfer Certificate), sedangkan hal itu adalah merupakan salah satu mekanisme yang telah diatur oleh FIFA.

Mengingat kendala-kendala tersebut di atas semoga saja dalam pertemuan yang akan digelar PSSI pada tanggal 25 Juli mendatang bisa menghasilkan keputusan yang menjadi jalan keluar dalam mengatasi masalah LPI, sehingga Liga Super Indonesia bisa berjalan lebih baik dan tidak ada satu pihak pun yang merasa dirugikan. Semoga!
Share this article now on :