Fisik Melorot di Babak Kedua Hampir Membuyarkan Kemenangan Indonesia


Liga Super Indonesia
(Foto milik VIVAnews/Fernando Randy)
Menyimak penampilan timnas Indonesia tadi malam saat berhasil mengalahkan Turkmenistan 4 -3 tentu dapat melihat penurunan permainan timnas di babak kedua. Di babak pertama timnas Indonesia tampil begitu dominan menguasai jalannya pertandingan, namun penampilan timnas Indonesia menurun drastis di babak kedua. Dengan mudahnya tim Turkmenistan menceploskan bola ke gawang Ferry Rotinsulu, sehingga hampir-hampir menyamakan kedudukan dan menyingkirkan Indonesia dari ajang PPD 2014.

Timnas Indonesia sepertinya akan meraih  kemenangan dengan mudah saat saat tadi malam bertanding di leg ke-2 PPD 2014 melawanTurkmenistan. Bagaimana tidak, skuad Garuda pada babak pertama sudah unggul meyakinkan dengan skor  3 - 0 atas Turkmenistan.

Pada baba kedua kedua kedudukan sempat berubah jadi 3-1, namun timnas  Indonesia kembali berada di atas angin setelah berhasil menambah gol menjadi 4-1 dan seorang pemain Turkmenistan mendapat kartu merah di babak kedua. Tapi justru  dalam kondisi seperti itu gawang Feri Rotinsulu malah dibobol dua kali oleh Turkmenistan dalam tempo kurang dari 5 menit, yang membuat kedudukan jadi 4-3.

Pelatih timnas Indonesia Wim Rijsbergen mengakui penyebab merosotnya penampilan timnas adalah kondisi fisik dimana  kondisi fisik skuadnya merosot drastis babak kedua. Hal inilah yang membuat skema permainan jadi berantakan dan pemain lupa akan tugasnya masing-masing. wim Rijsbergern mengungkapkan bahwa di saat orang mengalami kelelahan maka dia sulit berkonsentrasi dan lupa dengan tugas yang harus dia lakukan. Karena itulah Wim  memasukkan beberapa tenaga baru ke lapangan.

Semoga saja tim pelatih timnas Indonesia bisa segera memperbaiki stamina para pemain sehingga bisa bermain spartan selama 2 x 45 menit sehingga di pertandingan mendatang bisa meraih hasil yang positif dan timnas melaju ke babak berikutnya. Apalagi di babak berikutnya tim-tim tangguh Asia yang levelnya di atas Turkmenistan telah menunggu, jadi perbaikan masalah stamina mutlak harus dilakukan, tentu saja tanpa mengesampingkan faktor-faktor lainnya agar timnas Indonesia siap mengahadapinya. Selamat berjuang!
Share this article now on :