Catatan Kecil Tentang Liga Super Indonesia


Liga Super Indonesia
Peserta SLI 2011/2012
Musim kompetisi Liga Super Indonesia tahun 2010/2011 sudah berakhir dan seperti kita ketahui bersama kesebelasan Persipura keluar sebagai jawaranya.

Harus kita akui bahwa Kompetisi Liga Super Indonesia berlangsung menarik, hal ini ditandai dengan berbondong-bondongnya penonton ke stadion setiap pertandingan Liga Super Indonesia digelar. Selain itu berbagai media pun ramai-ramai memberitakan Liga Super Indonesia.

Dibalik semua itu tentu harus kita akui pula bahwa dalam penyelenggaraan Liga Super Indonesia banyak kekurangan di sana sini, baik yang terkait dengan perangkat pertandingan, stadion, suporter maupun klub peserta LSI itu sendiri.

Hal yang sering dikeluhkan dengan penyelenggaraan Liga Super Indonesia adalah kualitas wasit.. Tanpa mengurangi rasa hormat kepada korps pengadil di lapangan tersebut, sering kali kita menyaksikan bagaimana seorang wasit memberikan keputusan yang kontroversional, tidak tegas atau bahkan dianggap berat sebelah oleh salah satu tim yang berlaga. Bukan rahasia lagi hasil pertandingan liga super Indonesia (ISL) kebanyakan dimenangkan oleh tim tuan rumah.

Hal lain yg banyak dikeluhkan adalah jadwal pertandingan. Terkadang satu tim dalam sebulan bertanding bebeapa kali dimana jeda antar pertandingan hanya 2 atau tiga hari, tapi kemudian di bulan berikutnya cuma bertanding 2 kali, sehingga performa tim tidak maksimal.Semoga saja jadwal pertandingan untuk liga super Indonesia musim kompetisi 2011-2012 bisa lebih baik daripada musim sebelumnya.

Selain kedua hal di atas, suporter sepakbola Indonesia termasuk suporter tim SLI masih lekat dengan fanatisme yang buta dan hal-hal negatif lainnya seperti sikap tidak sportif/ tidak bisa menerima hasil pertandingan yang berakhir dengan kekalahan tim yang didukungnya dan memelihara permusuhan dengan suporter yang dianggap lawan atau musuh bebuyutan.. Memang tidak semua suporter seperti itu, namun tidak bisa dipungkiri bahwa masih banyak suporter yang melakukan hal-hal negatif tersebut.

Hal lain yang harus menjadi catatan adalah kondisi lapangan. bukan rahasia lagi kalau kualitas lapangan sepakbola di Indonesia kebanyakan masih memprihatinkan. Misalnya saja permukaan lapangan yang tidak rata dan keras permukaannya sehingga tim-tim Liga Super Indonesia tidak bisa tampil maksimal. Apalagi pada musim penghujan, air di lapangan cepat sekali tergenang sehingga menghambat pertandingan itu sendiri.

Berikutnya yang menjadi sorotan adalah manajemen klub Liga Super Indonesia itu sendiri.. Beberapa klub banyak diberitakan mengalami masalah keuangan, pemain belum digaji beberapa bulan dan terlilit hutang kepada pihak lain. Hal ini tentu sangat memprihatinkan, dimana klub-klub yang berlaga di Liga Super Indonesia seharusnya adalah klub profesional, tapi kenyataanya mereka belum mampu mendanai operasional klub apalagi merraih keuntungan...

Untuk memperbaiki hal-hal di atas perlu dukungan dari berbagai pihak pemerintah, pengurus PSSI, suporter, seluruh pecinta sepakbola nasional maupun dari para pelaku sepakbola itu sendiri. Nah, bagaimana menurut Anda??
Share this article now on :